latest articles

Welcome To Blog Ane(H) Ahmad Thoufur Abi ; Media CHAT(ting) Putra Betawi Asli; Seorang (yang katanya) Ustadz Kampung(an) yang berprofesi sebagai Guru dan merangkap Blogger dan ADM :)

value="http://www.buzzbuttons.com/BUTTON6/twitbutton.swf" />

gambling

ceritanye lagi loading dulu nich ... :)

Selasa, 01 Juli 2014

Mush'ab Bin Umair ; Duta Islam Yang Pertama

Jempol Facebooker
Kicauan di Twitter Via Google +

ِبِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْم

ُسَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّـبَعَ الْهُدَى # السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Sebelum membaca postingan ane ini, coba perhatikan baik-baik foto yang ane letakkan berikut ini :
Sudah selesai ... ?!
Kalau sudah, ane mau tanya, kenalkah sahabat dengan orang yang wajahnya terpampang di foto itu ... ?!
Siapakah dia ... ?!
Ninja Hatori ... ?! Hmmm ... kayaknya masiih terlalu muda tuch ... !!
Ninja Rantaro ... ?! Hmmm ... kalau dilihat dari kecilnya sich emang iyaa, tapi bukan Rantaro ... hehehe
Lalu ... siapa sich pria tampan tersebut ?!
Baiklah ... dari pada memancing rasa penasaran sahabat, ane akan beritahu ...
Nama anak tersebut adalah Mush'ab ... tepatnya Mush'ab Al Barra, keponakan ane, putra dari adik ane Achmad Agus Bayhaqie dan Susi Rahayu ...
Lalu apa maksud peletakan fotonya dalam posting ini ... ?! mungkin ada sahabat yang bertanya seperti itu ... jangan khawatir, ane akan jelaskan ...
Anak ganteng itu diberi nama Mush'ab karena mengambil "barokah" dari nama salah seorang sahabat Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Mush'ab bin Umair RA. ... 
Mendengar nama itu, sahabat mungkin sudah sangat kenal ...
ya benar ... dialah Sahabat Nabi yang dijuluki "DUTA ISLAM YANG PERTAMA" ...
Kalau sahabat tidak --atau mungkin belum terlalu-- mengenalnya, maka ane persilahkan sahabat untuk membaca postingan ane kali ini ...
Sebelumnya ane informasikan, bahwa dalam blog ini insya Allah ane akan menuliskan biografi para Sahabat Rasulullah Muhammad SAW, khususnya yang disebutkan dalam buku رجال حول الرسول
Semoga dengan mengetahui 'sedikit' biografi dan sirah Sahabat Nabi Muhammad SAW, dapat menumbuhkan hikmah yang banyak buat kita dalam hidup ini dan semakin menambah kecintaan kita kepada para Sahabat Rasulullah Muhammad SAW dan menumbuhkan semangat  keislaman dalam diri kita serta meneguhkan keimanan dalam dada kita masing-masing ... aamiinn ...
محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من أثر السجود
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud ... (Al Fath : 29)

MUSH'AB bin UMAIR RA ; DUTA ISLAM YANG PERTAMA


Mush'ab bin Umair RA adalah nama salah seorang Sahabat Rasulullah Muhammad SAW ... Seorang remaja Quraisy terkemuka, seorang yang ganteng dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat kepemudaan.
Para muarrikh (ahli sejarah) dan ahli riwayat melukiskan semangat kemudaannya dengan kalimat:
"seorang warga kota Mekkah yang mempunyai nama paling harum".

Ia --dengan tidak mengurangi ta'dzim ane kepada pemilik nama yang ane posting, ane akan sering mempergunakan kata ini sebagai ganti orang ketiga, bukan dengan kata beliau-- lahir dan dibesarkan dalam kesenangan.
Mungkin tidak seorangpun di antara anak-anak muda Mekkah yang beruntung dimanjakan oleh kedua orang tuanya seperti yang dialami oleh Mush'ab bin Umair ini.
Lalu, mungkinkah kiranya anak muda yang serba kecukupan, biasa hidup mewah dan manja, menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan, akan meningkat sedemikian rupa hingga menjadi buah ceritera tentang keimanan, bahkan menjadi tamsil (contoh) dalam semangat kepahlawanan ... ?!
Sungguh, suatu riwayat hidup yang penuh pesona, riwayat Mush'ab bin Umair atau "Mush'ab yang baik", begitu dia biasa digelarkan oleh Kaum Muslimin.
Sungguh, kisah hidupnya menjadi kebanggan bagi kemanusiaan pada umumnya serta menjadi contoh keteladanan para pemuda khususnya ...
Ia adalah salah satu di antara pribadi-pribadi muslim yang ditempa oleh Islam dan dididik langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Tetapi, corak pribadi macam manakah dia ... ?!
Silahkan klik tombol berikut ini jika sahabat ingin lebih mengetahui dan mengenalnya...!!
Pada suatu hari anak muda ini mendengar berita yang telah tersebar luas di kalangan warga Mekkah mengenai Muhammad Al-Amin ... Nabi Muhammad SAW, yang mengatakan bahwa dirinya telah diutus Allah SWT sebagai pembawa berita suka maupun duka sebagai da'i yang mengajak ummat beribadah kepada Allah Yang Maha Esa.

Sementara perhatian warga Mekkah terpusat pada berita itu, dan tiada yang menjadi buah pembicaraan mereka kecuali tentang Rasulullah SAW serta agama yang dibawanya, maka anak muda yang manja inilah yang paling banyak mendengar berita itu. Karena walaupun usianya masih belia, tetapi ia menjadi bunga majlis tempat-tempat pertemuan yang selalu diharapkan kehadirannya oleh para anggota dan teman-temannya. Gayanya yang tampan dan otaknya yang cerdas menjadi daya pemikat dan pembuka jalan pemecahan suatu masalah.

Di antara berita yang didengarnya adalah bahwa Rasulullah SAW bersama pengikutnya biasa mengadakan pertemuan di suatu tempat yang terhindar jauh dari gangguan gerombolan Quraisy dan ancaman-ancamannya, yaitu di bukit Shafa di rumah Arqam bin Abil Arqam.

Keraguannya tiada berjalan lama, hanya sebentar waktu ia menunggu, maka pada suatu senja, didorong oleh kerinduannya, pergilah ia ke rumah Arqam menyertai rombongan itu. Di tempat itu Rasulullah SAW sering berkumpul dengan para sahabat beliau, tempat mengajarkan ayat-ayat Al Quran, dan membawa mereka shalat untuk beribadat kepada Allah SWT Yang Maha Akbar.

Baru saja Mush'ab mengambil tempat duduknya, ayat-ayat Al Quran mulai mengalir dari kalbu Rasulullah SAW, bergema melalui kedua bibirnya dan sampai ke telinga, meresap di hati para pendengarnya.

Di senja itulah Mush'ab terpesona oleh untaian kalimat Rasulullah SAW yang tepat menemui sasaran pada kalbunya. Hampir saja anak muda itu terangkat dari tempat duduknya karena rasa haru, dan serasa terbang ia karena gembira. Tetapi Rasulullah SAW mengulurkan tangannya dan mengurut dada pemuda yang sedang panas bergejolak, hingga tiba-tiba menjadi sebuah lubuk hati yang tenang dan damai, tak ubah bagai lautan yang teduh dan dalam.
Pemuda yang telah Islam dan iman itu nampak telah memiliki ilmu dan hikmah yang luas --berlipat ganda dari ukuran usianya-- dan mempunyai kepekatan hati yang mampu merubah jalan sejarah ...!!
Khunas binti Malik, yakni ibunda Mush'ab, adalah seorang yang berkepribadian kuat dan pendiriannya tak dapat ditawar atau diganggu gugat. Ia seorang wanita yang disegani bahkan ditakuti.
Ketika Mush'ab menganut Islam, tiada satu kekuatan pun yang ditakuti dan dikhawatirkannya selain ibunya sendiri, bahkan walau seluruh penduduk Mekkah beserta berhala-berhala para pembesar dan padang pasirnya berubah rupa menjadi suatu kekuatan yang menakutkan yang hendak menyerang dan menghancurkannya, tentulah Mush'ab akan menganggapnya enteng. Tetapi tantangan dari ibunya bagi Mush'ab tidak dapat dianggap kecil. Ia pun segera berfikir keras dan mengambil keputusan untuk menyembunyikan keislamannya samapai terjadi sesuatu yang dikehendaki Allah. 
Demikianlah ia senantiasa bolak-balik ke rumah Arqam menghadiri majlis Rasulullah SAW, sedang hatinya merasa bahagia dengan keimanan dan sedia menebusnya dengan amarah murka ibunya yang belum mengetahui berita keislamannya.
Tetapi di kota Mekkah tidak ada rahasia yang tersembunyi, apalagi dalam suasana seperti itu. Mata kaum Quraisy berkeliaran di mana-mana mengikuti setiap langkah dan menelusuri setiap jejak
Kebetulan seorang yang bernama Usman bin Thalhah melihat Mush'ab memasuki rumah Arqam secara sembunyi-sembunyi. Kemudian pada hari yang lain dilihatnya pula ia shalat seperti Muhammad SAW. Maka secepat kilat ia mendapatkan ibunda Mush'ab dan melaporkan berita yang dijamin kebenarannya tersebut.
Berdirilah Mush'ab di hadapan ibu dan keluarganya serta para pembesar Mekkah yang berkumpul di rumahnya. Dengan hati yang yakin dan pasti dibacakannya ayat-ayat Al Quran yang disampaikan Rasulullah SAW untuk mencuci hati nurani mereka, mengisinya dengan hikmah dan kemuliaan, kejujuran dan ketakwaan.
Ketika sang ibu hendak membungkam mulut puteranya dengan tamparan keras, tiba-tiba tangan yang terulur bagai anak panah itu surut dan jatuh terkulai --demi melihat nur atau cahaya yang membuat wajah puteranya yang telah berseri cemerlang itu kian bercahaya dan patut diindahkan-- menimbulkan suatu ketenangan yang mendorong dihentikannya tindakan.
Karena rasa keibuannya, ibunda Mush'ab terhindar memukul dan menyakiti puteranya, tetapi tak dapat ia menahan diri dari tuntutan bela berhala-berhalanya dengan jalan lain. Dibawalah puteranya itu ke suatu tempat terpencil di rumahnya, lalu dikurung dan dipenjarakannya dengan amat rapat.
Demikianlah beberapa lama Mush'ab tinggal dalam kurungan sampai saat beberapa orang muslimin hijran ke Habsyi. Mendengar berita hijrah ini, Mush'ab pun mencari muslihat, dan berhasil mengelabui ibu dan penjaga-penjaganya, lalu pergi ke Habsyi melindungkan diri. Ia tinggal di sana bersama saudara-saudaranya kaum muslimin, lalu pulang ke Mekkah. Kemudian ia pergi lagi hijrah kedua kalinya bersama para shahabat atas titah Rasulullah SAW dan karena taat kepadanya.
Baik di Habsyi ataupun di Mekkah, ujian dan penderitaan yang harus dilalui Mush'ab di tiap saat dan tempat kian meningkat. Ia telah selesai dan berhasil menempa corak kehidupannya menurut pola yang modelnya telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ia merasa puas bahwa kehidupannya telah layak untuk dipersembahkan bagi pengurbanan terhadap Penciptanya Yang Maha Tinggi, Tuhannya Yang Maha Akbar ...

Pada suatu hari, ia tampil di hadapan beberapa orang muslimin yang sedang duduk sekeliling Rasulullah SAW. Demi memandang Mush'ab, mereka sama menundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya basah karena duka. Mereka melihat Mush'ab memakai jubah usang yang bertambal-tambal, padahal belum lagi hilang dari ingatan mereka --pakainnya sebelum masuk Islam-- tak ubahnya bagaikan kembang di taman, berwarna-warni dan menghamburkan bau yang wangi.
Adapun Rasulullah Muhammad SAW, menatapnya dengan pandangan yang penuh arti, disertai cinta kasih dan syukur dalam hati, pada kedua bibir beliau tersungging senyuman yang mulia, seraya bersabda :
لَقَدْ رَأَيْتُ مُصْعَبًا هَذَا وَمَا بِمَكَّةَ فَتَى أَنْعَمُ عِنْدَ أَبَوَيْهِ مِنْهُ ثُمَّ تَرَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ حُبًّا ِللهِ وَرَسُوْلِهِ
"Dahulu saya lihat Mush'ab ini tak ada seorang pemudapun di Mekkah yang dapat mengimbanginya dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya"

Semenjak ibunya merasa putus asa untuk mengembalikan Mush'ab kepada agama yang lama, ia telah menghentikan segala pemberian yang biasa dilimpahkan kepadanya, bahkan ia tak sudi makanannya dimakan oleh orang yang telah mengingkari berhala dan patut beroleh kutukan daripadanya, walau anak kandungnya sendiri
Akhir pertemuan Mush'ab dengan ibunya, ketika perempuan itu hendak mencoba mengurungnya lagi sewaktu ia pulang dari Habsyi. Ia pun bersumpah dan menyatakan tekadnya untuk membunuh orang-orang suruhan ibunya bila rencana itu dilakukan. Karena sang ibu telah mengetahui kebulatan tekad puteranya yang telah mengambil satu keputusan, tak ada jalan lain baginya kecuali melepasnya dengan cucuran air mata, sementara Mush'ab mengucapkan selamat berpisah dengan menangis pula.
Saat perpisahan itu menggambarkan kepada kita kegigihan luar biasa dalam kekafiran pihak ibu, sebaliknya kebulatan tekad yang lebih besar dalam mempertahankan keimanan dari pihak anak. Ketika sang ibu mengusirnya dari rumah sambil berkata: 
"Pergilah sesuka hatimu!! Aku bukan ibumu lagi...!!".
Maka Mush'ab pun menghampiri ibunya sambil berkata: 
"Wahai bunda!! Telah ananda sampaikan nasihat kepada bunda, dan ananda menaruh kasihan kepada bunda. karena itu saksikanlah bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya".
Dengan murka dan naik darah ibunya menyahut: 
"Demi bintang!! Sekali-kali aku takkan masuk ke dalam agamamu itu. Otakku bisa jadi rusak, dan buah pikiranku takkan diindahkan orang lagi...!!".

Demikian Mush'ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang dialaminya selama itu, dan memilih hidup miskin dan sengsara.
Pemuda ganteng dan parlente itu, kini telah menjadi seorang melarat dengan pakaiannya yang kasar dan usang, sehari makan dan beberapa hari menderita lapar.
Tapi jiwanya yang telah dihiasi dengan aqidah suci dan cemerlang berkat sepuhan Nur Ilahi, telah merubah dirinya menjadi seorang manusia lain, yaitu manusia yang dihormati, penuh wibawa dan disegani.
Suatu saat Mush'ab dipilih Rasulullah SAW untuk melakukan suatu tugas maha penting saat itu. Ia menjadi duta atau utusan Rasulullah ke Madinah utnuk mengajarkan seluk beluk agama kepada orang-orang Anshar yang telah beriman dan bai'at kepada Rasulullah di bukit 'Aqabah.
Di samping itu juga mengajak orang-orang lain untuk menganut agama Allah, serta mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijratul Rasul sebagai sebuah peristiwa yang besar.
Sebenarnya di kalangan shahabat ketika itu masih banyak yang lebih tua, lebih berpengaruh dan lebih dekat hubungan kekeluargaannya dengan Rasulullah SAW daripada Mush'ab. Tetaoi Rasulullah menjatuhkan pilihan beliau kepada "Mush'ab Yang Baik", dan beliau sangat menyadari sepenuhnya bahwa beliau telah memikulkan tugas amat penting ke atas pundak pemuda itu, dan menyerahkan kepadanya tanggung jawab nasib agama Islam di kota Madinah, suatu kota yang tak lama lagi akan menjadi kota tempatan atau kota hijrah, pusat para da'i dan dakwah, tempat berhimpunnya penyebar agama Islam dan pembela Islam.
Mush'ab memikul amanat tersebut dengan bekal karunia Allah kepadanya, berupa fikiran yang cerdas dan budi yang luhur. Dengan sifat zuhud, kejujuran dan kesungguhan hati, ia berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk Madinah hingga mereka berduyun-duyun masuk Islam.
Sesampainya di Madinah, didapatinya kaum muslimin di sana tidak lebih dari dua belas orang, yakni hanya orang-orang yang telah bai'at di bukit 'Aqabah. Tetapi tiada sampai beberapa bulan kemudian, meningkatlah orang-orang yang sama-sama memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya.
Pada musim haji berikutnya dari perjanjian 'Aqabah, kaum muslimin Madinah mengirim perutusan yang mewakili mereka menemui Nabi Muhammad SAW. Dan perutusan itu dipimpin oleh guru mereka, oleh duta yang dikirim Nabi kepada mereka, yaitu Mush'ab bin Umeir.
Dengan tindakannya yang tepat dan bijaksana, Mush'ab telah membuktikan bahwa pilihan Rasulullah SAW atas dirinya itu tepat. Ia memahami tugas dengan sepenuhnya, hingga tak terlanjur melampaui batas yang telah ditetapkan. Ia sadar bahwa tugasnya adalah menyeru kepada Allah, menyampaikan berita gembira lahirnya suatu agama yang mengajak manusia mencapai hidayah Allah, membimbing mereka ke jalan yang lurus. Akhlaknya mengikuti pola hidup Rasulullah SAW yang diimaninya, yaang mengemban kewajiban hanya menyampaikan belaka ...
Di Madinah Mush'ab tinggal sebagai tamu di rumah As'ad bin Zararah. Dengan didampingi As'ad, ia pergi mengunjungi kabilah-kabilah, rumah-rumah dan tempat-tempat pertemuan, untuk membacakan ayat-ayat Kitab Suci Al Quran, menyampaikan Kalimatullah bahwa "Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa" secara hati-hati.
Mush'ab bin Umeir pernah menghadapi beberapa peristiwa yang mengancam keselamatan diri serta sahabatnya, yang nyaris mencelakakan kalau tidak karena kecerdasan akal dan kebesaran jiwanya.
Silahkan klik tombol berikut jika sahabat ingin mengetahui peristiwa hebat itu ...
Pada suatu hari, ketika ia sedang memberikan petuah kepada orang-orang, tiba-tiba ia disergap oleh Usaid bin Hudlair, kepala suku kabilah Abdul Asyhal di Madinah. Usaid menodong Mush'ab dengan menyentakkan lembingnya.
Bukan main marah dan murkanya Usaid, menyaksikan Mush'ab yang dianggap akan mengacau dan menyelewengkan anak buahnya dari agama mereka, serta mengemukakan Tuhan Yang Maha Esa yang belum pernah mereka kenal dan dengar sebelum itu. Padahal menurut anggapan Usaid, tuhan-tuhan mereka yang bersimpuh lena di tempatnya masing-masing mudah dihubungi secara nyata.
Jika seseorang memerlukan salah satu di antaranya, tentulah ia akan mengetahui tempatnya dan segera pergi mengunjunginya untuk memaparkan kesulitan serta menyampaikan permohonan ...
Demikianlah yang tergambar dan terbayang dalam fikiran suku Abdul Asyhal.
Tetapi Tuhannya Muhammad SAW --yang diserukan beribadah kepada-Nya oleh utusan yang datang kepada mereka itu-- tiadalah yang mengetahui tempat-Nya dan tak seorangpun yang dapat melihat-Nya.
Demi dilihat kedatangan Usaid bin Hudlair yang murka bagaikan api yang sedang berkobar kepada orang-orang Islam yang duduk bersama Mush'ab, mereka pun merasa kecut dan takut. Tetapi 'Mush'ab yang baik' tetap tinggal tenang dengan air muka yang tidak berubah.
Bagaikan singa hendak menerkam, Usaid berdiri di depan Mush'ab dan As'ad bin Zararah, bentaknya:
"Apa maksud kalian datang ke kampung kami ini, apakah hendak membodohi rakyat kecil kami? Tinggalkan segera tempat ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang...!!".
Seperti tenang dan mantapnya samudera dalam ..., laksana terang dan damainya cahaya fajar ..., terpancarlah ketulusan hati "Mush'ab yang baik", dan bergeraklah lidahnya mengeluarkan ucapan halus, katanya:
"Kenapa Anda tidak duduk dan mendengarkan dulu? Seandainya Anda menyukai nanti, Anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak Anda suka itu!!".
Sebenarnya Usaid adalah seorang berakal dan berfikiran sehat. Dan sekarang ini ia diajak oleh Mush'ab untuk berbicara dan meminta pertimbangan kepada hati nuraninya sendiri. Yang dimintanya hanyalah agar ia bersedia mendengar dan bukan lainnya. Jika ia menyetujui, ia akan membiarkan Mush'ab, dan jika tidak, maka Mush'ab berjanji akan meninggalkan kampung dan masyarakat mereka untuk mencari tempat dan masyarakat lain, dengan tidak merugikan ataupun dirugikan orang lain.
"Sekarang saya insaf",
ujar Usaid, lalu menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan
Demi Mush'ab membacakan ayat-ayat Al Quran dan menguraikan dakwah yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah SAW, maka dada Usaid pun mulai terbuka dan bercahaya, beralun berirama mengikuti naik turunnya suara serta meresapi keindahannya. Dan belum lagi Mush'ab selesai dari uraiannya, Usaid pun berseru kepadanya dan kepada sahabatnya:
"Alangkah indah dan benarnya ucapan itu ...!! Dan apakah yang harus dilakukan oleh orang yang hendak masuk agama ini?!"
Maka sebagai jawabannya, gemuruhlah suara tahlil, serempak seakan hendak menggoncangkan bumi.
Kemudian ujar Mush'ab:
"Hendaklah ia mensucikan diri, pakaian dan badannya, serta bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah".
Beberapa lama Usaid meninggalkan mereka, kemudian kembali sambil memeras air dari rambutnya, lalu ia berdiri menyatakan pengakuannya bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah ...
Secepatnya berita itu pun tersiarlah.
Keislaman Usaid disusul oleh kehadiran Sa'ad bin Mu'adz. Dan setelah mendengar uraian Mush'ab, Sa'ad merasa puas dan masuk Islam pula.
Langkah ini disusul pula oleh Sa'ad bin Ubadah.
Dan dengan keislaman mereka ini, berarti selesailah persoalan dengan berbagai suku yang ada di Madinah. Warga kota Madinah saling berdatangan dan tanya-bertanya sesama mereka:
"Jika Usaid bin Hudlair, Sa'ad bin Ubadah dan Sa'ad bin Mu'adz telah masuk Islam, apalagi yang kita tunggu ... Ayolah kita pergi kepada Mush'ab dan beriman bersamanya! Kata orang, kebenaran terpancar dari celah-celah giginya!!"
Demikianlah Duta Rasulullah Muhammad SAW yang pertama, MUSH'AB bin UMAIR, telah mencapai hasil gemilang yang tiada taranya, suatu keberhasilan yang memang wajar dan layak diperolehnya.
Semoga kehidupannya dapat membangkitkan kesadaran para pemuda --terutama pemuda cengeng dan bermental tempe-- dan meberikan motivasi bagi mereka yang telah beriman dengan mantap ... sehingga mereka akan mampu menjelma menjadi generasi harapan bangsa, penerus kehidupan generasi sebelumnya ... aamiin ... :)

إن فى يد الشبان أمر الأمة وفى إقدام الشبان حياتها
Sementara inilah bagian pertama dari dua tulisan tentang MUSH'AB bin UMAIR RA., seorang Duta Islam Yang Pertama ...
Insya Allah pada kesempatan yang berikutnya, ane akan posting tulisan kisah kepahlawanannya di medan perang sampai menjelang syahidnya ...
Sebuah kisah yang --sekali lagi-- sangat menakjubkan dan sulit mempercayainya kecuali dengan kacamata iman ...

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ وَبِهِ التَّوْفِيْقِ وَالْهِدَايَةِ وَالْعِنَايَةِ وَالْعَفْوُ مِنْكُمْ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

PENULIS -:- A H M A D - T H O U F U R - A B I

Sekelumit Tentang Penulis

Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :) Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!

New Post

No Image and Script

Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!

Read more

Senin, 23 Juni 2014

MUHAMMAD SAW ; The Guidance Light

Jempol Facebooker
Kicauan di Twitter Via Google +

ِبِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْم

ُسَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّـبَعَ الْهُدَى # السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Sahabat sekalian ...
Setelah kita "mengenal" Allah pada postingan yang lalu, kini tibalah saatnya kita mengenal sosok kekasih-Nya ... Kekasih Allah ... ?! Ya ... kekasih Allah SWT ... Dialah MUHAMMAD putra Abdullah.

Dialah manusia yang dimaksud oleh Glynn Leonard dalam Islam; Her Moral and Spiritual Values sebagai "The Greatest Man that humanity ever produced ...".

Dia jugalah manusia yang ditempatkan oleh Michael H. Hart pada peringkat pertama dalam "The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History" ...
Dialah satu-satunya manusia yang paling banyak disebut namanya, sehingga andaikan sebutan namanya berbentuk sebuah titik ... niscaya seluruh ruang alam semesta ini tidak akan cukup untuk menampung titik-titik tersebut ... bahkan seandainya ditambahkan ruangan yang sama ...
Aahh ... masa sich ... ?! ciyuuuzzz ... ?! Mungkin pertanyaan itu akan ente --atau bisa jadi yang lain-- kemukakan ... Ane jawab begini : sepertinya yang demikian itu bukan merupakan kemungkinan yang luar biasa ... sebab masih lebih banyak yang luar biasa yang bisa ente nikmatin dari "rahmat Allah bagi sekalian alam" ini ... so ... Let's check it out ... !!
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, maka kiranya dapatlah dimaklumi ...
Alasan-alasan apa saja yang telah menyebabkan pemimpin-pemimpin bangsanya, seperti Abu Bakar, Thalhah, Zubair, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf dan Sa'ad bin Abi Waqqash, berlomba-lomba untuk menerima dan mengikuti ajaran dan agamanya ...
PADAHAL ...
dengan tindakan tersebut mereka harus melepaskan kemuliaan dan kemegahan yang melingkungi mereka selama ini ...
Dan pada waktu yang bersamaan mereka juga harus bersedia menghadapi kehidupan yang bergejolak, penuh dengan kesulitan, perjuangan dan beban penderitaan ...!!
Silahkan klik tombol berikut jika ingin melanjutkan ...!!
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, dapatlah juga dimaklumi ...
Apa yang menyebabkan golongan jelata di antara kaumnya berlindung diri kepadanya,
dan segera bernaung di bawah panji-panji dan bendera dakwahnya ...
PADAHAL ...
mereka mengetahui bahwa dia tidak mempunyai harta maupun senjata ...
mereka mengetahui bahwa dia tidak sunyi dari marabahaya ...
bahkan ...
dia selalu dikejar-kejar bencana ... 
dia selalu diincar kejamnya siksa ...
tanpa kawan pembela yang akan melindunginya ...
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, dapatlah juga dimaklumi ...
Apa yang telah mendorong adikara Umar bin Khattab yang sedang mencarinya ...
dengan maksud hendak memenggal kepalanya ...
TIBA-TIBA ...
berbalik haluan lalu pergi mencari musuh-musuh dan penentangnya ...
untuk menebas kepala mereka dengan pedang yang sama ...
yang kian bertambah tajam karena keimanannya ...
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, maka kiranya dapatlah dimaklumi ...
Alasan-alasan apa saja yang telah menyebabkan pemimpin-pemimpin bangsanya orang-orang pilihan dan terkemuka Madinah pergi menemuinya untuk bai'at dan berjanji ...
berjanji untuk bersama-sama mendaki bukit yang tinggi dan menuruni lembah yang dalam ...
PADAHAL ...
mereka menyadari bahwa peperangan yang akan terjadi antara mereka dengan kaum Quraisy akan berkecamuk dengan amat dahsyatnya karena bai'at dan janji mereka sendiri ...
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, kiranya dapatlah juga dimaklumi ...
Apa yang menyebabkan jumlah orang-orang beriman kian bertambah dan tak pernah berkurang ...
PADAHAL ...
Setiap pagi dan petang dia selalu mengatakan kepada mereka ...
"aku tidak mempunyai wewenang untuk memberimu manfaat atau mudharat ... dan
aku tidak mengetahui apa yang akan terjadi atas diriku begitu juga atas dirimu sekalian ...
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, merupakan hal yang bisa dimaklumi sebab-sebab ...
mereka percaya bahwa pelosok dunia akan dibebaskan dari kekufuran ...dan
kenikmatan dunia akan dipersembahkan untuk mereka ...dan
telapak kaki mereka akan bergelimang dengan kekayaan dunia melintasi berbagai mahkota kerajaan ...
mereka percaya bahwa Al Quran yang kala itu mereka baca dengan sembunyi-sembunyi ...
akan didengungkan ke segenap penjuru dengan nada keras dan alunan tinggi ...
bukan hanya di lingkungan kaum mereka sendiri ...
namun ... meluas ke seluruh pelosok negeri ...
melintasi kolong langit dan menembus kurun waktu yang terjadi ...
Maka apakah kiranya yang menyebabkan mereka yakin akan kebenaran ramalan yang dinubuwatkan Rasul mereka ... ?!
PADAHAL ...
Kala mereka berpaling kiri dan kanan ...
serta melihat baik depan maupun belakang ...
tidak ada yang mereka temui kecuali tanah gersang dan pasir membara ... bahkan
batu-batu panas bak lambaian neraka ...dan
pohon-pohon kering yang pucuknya tak ubah kepala setan yang sedang dirajam siksa ...
Lalu apa gerangan yang telah menyebabkan kalbu mereka dipenuhi keyakinan dan kepekatan iman ...?!

Tiada lain jawabannya hanyalah karena putera Abdullah ini ...
RASULULLAH MUHAMMAD SAW
اللهم صل وسلم وبارك وكرم على سيدنا ومولانا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ... آمين


وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ وَبِهِ التَّوْفِيْقِ وَالْهِدَايَةِ وَالْعِنَايَةِ وَالْعَفْوُ مِنْكُمْ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

PENULIS -:- A H M A D - T H O U F U R - A B I

Sekelumit Tentang Penulis

Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :) Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!

New Post

No Image and Script

Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!

Read more

Minggu, 22 Juni 2014

Siapa ALLAH ... ?! Did you know HIM ... ?!

Jempol Facebooker
Kicauan di Twitter Via Google +

ِبِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْم

ُسَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّـبَعَ الْهُدَى # السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Pada posting kemarin, yaitu Let's begin our works by "basmalah" kita sudah membahas sekelumit, mengapa sebagai muslim hendaknya kita memulai segala sesuatu dengan basmalah, yang berarti dengan nama Allah. Pada posting kita kali ini, maka kita akan sedikit menguraikan tentang "ALLAH" yang kita jadikan nama-Nya sebagai dasar atau landasan segala perbuatan kita.

ALLAH adalah Zat Yang Maha Tinggi, Maha Mulia, Maha Kuasa, Pencipta alam semesta, baik bulan, matahari, langit, bumi, pokoknya seluruh yang ada.
ALLAH adalah Zat yang wajibul wujud, yang sudah PASTI ADA, yang MUSTAHIL TIDAK ADA.

Raghib Al Isfahani, seorang ahli bahasa yang terkenal - kalau ente belum kenal, kenalan aja dulu ... tapi syaratnya berat, ente harus menemuinya di alam barzakh ... hehehe - menjelaskan dengan panjang lebar tentang kata ALLAH ini .. silahkan simak kalau ente mo tahu lebih dalam ...
Allah adalah nama yang diberikan untuk Zat Yang Maha Kuasa. Kata ini telah lama dipakai oleh bangsa Arab untuk Yang Maha Esa itu. Kata ALLAH berasal dari kata "AL - ILAAH". Kata ini dalam bahasa Melayu Kuno bisa diartikan Dewa atau Tuhan. Segala sesuatu yang mereka anggap sakti dan mereka puja, mereka sebut Al-Ilah. Sehingga kalau hendak menyebutkan banyak Tuhan, mereka pakai kata jama', yaitu Al-Aalihah.

Namun demikian, ternyata fikiran murni mereka telah sampai pada satu kesimpulan bahwa dari tuhan-tuhan dan dewa-dewa yang mereka katakan banyak itu, hanya SATU saja YANG MAHA KUASA, MAHA TINGGI dan MAHA MULIA. Maka untuk mengungkapkan hal itu mereka pakai kata ILAH saja, dan supaya lebih khusus lagi kepada YANG MAHA ESA itu, mereka cantumkan dipangkal kata ALIF dan LAM sebagai Pengenalnya (Alif-Lam Ta'rif atau mungkin "THE INFINITIVE" kali yaa kalau pakai bahasa Inggrisnya ...). yaitu AL, sehingga menjadi AL-ILAH. Lalu huruf hamzah yang ditengah dibuang, sehingga menjadi ALLAH. Dengan demikian ketika mereka menyebut ALLAH maka tidak ada lagi yang mereka maksud kecuali ZAT YANG MAHA ESA, MAHA TINGGI, YANG BERDIRI SENDIRI, mereka tidak lagi memakai kata itu untuk yang lain.

Tidak ada satu berhala pun yang mereka namai ALLAH.

Dalam Al Quran terdapat ayat yang menerangkan, bahwa jika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada musyrikin penyembah berhala itu siapa yang menjadikan semuanya ini, pasti mereka akan menjawab: "Allah-lah yang menciptakan semuanya!"
ولئن سألتهم من خلق السماوات والأرض وسخر الشمس والقمر ليقولن الله فأنى يؤفكون
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (Al-Ankabut : 61)
Dari keterangan Raghib Al Isfahani tentang pertumbuhan bahasa (filologi) kata Allah di atas (pastikan ente udah baca, biar tambah jelas...), dapat kita ambil satu konklusi bahwa ternyata sejak dahulu orang Arab itu telah mengakui dalam sanubari mereka akan Tauhid Uluhiyyah, sehingga mereka tidak memakai kata Allah selain untuk Zat Yang Maha Tunggal, tidak untuk beratus-ratus berhala yang mereka sembah. Tentang Uluhiyyah mereka telah bertauhid, namun mereka masih musyrik tentang Rububiyyah.
Oleh karena itulah, Allah SWT mengutus Rasulullah Muhammad SAW untuk membangkitkan kesempurnaan tauhid mereka, mengakui bahwa hanya SATU Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam semesta ini dan Tuhan Yang SATU itulah yang patut mereka sembah, bukan tuhan yang lainnya.

Silahkan lanjutkan membaca untuk "sedikit" menambah ilmu dan pemahaman kita kepada ALLAH ... "pencet" aja tombol di bawah ini !! 

Dalam bahasa Melayu, makna kata Ilah adalah dewa atau tuhan. Pada Prasasti Trengganu (sekarang ada di Museum Kuala Lumpur) yang bertuliskan huruf Arab sekitar tahun 1303 M, kata Allah SWT diartikan dengan Dewata Mulia Raya. Lama-lama, karena perkembangan pemakaian bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, maka bila disebut Tuhan oleh kaum Muslimin Indonesia dan Melayu, yang dimaksud adalah Allah. Kata-kata dewa tidak terpakai lagi untuk mengungkapkan Tuhan Allah.
Dalam perkembangan pemakaian bahasa ini, yaitu dalam memakai kata TUHAN, haruslah diingat bahwa terdapat perbedaan maksud antara orang Islam dengan orang Kristen ataupun orang non-Islam lainnya. Kita, orang Islam, jika kita menyebut Tuhan, maka yang kita maksud adalah ALLAH SWT, Zat Yang Maha Esa, Yang Berdiri Sendiri, tempat kita bermohon segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang dapat menandinginya.
Sedangkan orang non-Islam, Kristen umpamanya, bila mereka menyebut kata Tuhan, ynag mereka maksud mungkin Yesus Kristus, atau mungkin yang lainnya, sebab mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan kita, yaitu Trinitas. Sebab itu walaupun sama-sama memakai kata TUHAN, tidaklah sama arti dan maksud kandungannya.
Pemakaian kata Tuhan dalam bahasa keseharianpun akhirnya terpisah menjadi dua, Tuhan khusus untuk Allah dan tuan (tanpa h) untuk menghormati sesama manusia. Selain dari pemakaian bahasa Melayu tentang Tuhan itu, sebagian bangsa kita juga memakai kata lain untuk ALLAH. Dalam bahasa Jawa bisa jadi disebut Gusti Allah, padahal dalam bahasa Banjar, Gusti adalah gelar untuk bangsawan. Demikian juga kata Pangeran dalam bahasa Sunda, sedangkan di daerah lain, pangeran adalah putra raja. Dalam bahasa Bugis dan Makassar disebut Poang Allah Ta'ala, padahal kata Poang juga mereka ucapkan kepada raja atau orang tua yang mereka hormati.

Oleh karena itu, maka yang terpenting ialah memupuk perhatian yang telah ada dalam dasar jiwa, bahwa Zat Yang Maha Kuasa itu mustahil berbilang. Adapun tentang pemakaian bahasa terhadap-Nya, seperti dengan istilah atau kata apa Tuhan itu disebut, maka tidaklah menjadi persoalan.

Dengan demikian, dapatlah difahami keterangan Raghib Al Isfahani di atas --sekali lagi, hendaknya dibaca kembali spoiler sebelumnya-- bahwa ALLAH itu berasal dari kata AL-ILAH yang berarti Tuhan. Adanya kata AL-ILAH itu membuktikan bahwa kepercayaan tentang adanya Tuhan telah tumbuh sejak manusia berakal, dan timbulnya kata ALLAH membuktikan bahwa fikiran manusiapun akhirnya sampai kepada kesimpulan bahwa TUHAN YANG MAHA KUASA itu hanyalah SATU, yaitu ALLAH SWT...

Maka kedatangan Agama Islam adalah untuk menuntun dan menjelaskan bahwa TUHAN itu adalah SATU adanya ...
Dia-lah ALLAH Subhanahu wa Ta'ala ...


وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ وَبِهِ التَّوْفِيْقِ وَالْهِدَايَةِ وَالْعِنَايَةِ وَالْعَفْوُ مِنْكُمْ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

PENULIS -:- A H M A D - T H O U F U R - A B I

Sekelumit Tentang Penulis

Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :) Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!

New Post

No Image and Script

Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!

Read more

Minggu, 15 Juni 2014

Mari Kita Berhenti Sejenak ... !!

Jempol Facebooker
Kicauan di Twitter Via Google +

ِبِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْم

ُسَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّـبَعَ الْهُدَى # السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


 


Tujuan dalam hidup adalah satu yaitu perjumpaan dengan Robbul 'Aalamiin 
Ketika itu ... maka berakhirlah seluruh apa yang kita lewati dari kehidupan dunia kepada  tujuan tunggalnya yaitu berjumpa dengan ALLAH SWT ...
Ingatlah sahabat ...
Akan datang dimana bibir kita tak bisa lagi bergetar menyebut nama ALLAH SWT ...
Disaat itu ... 
Kita diturunkan kedalam kubur kita ... 
Wajah kita dibuka ... 
Wajah kita diciumkan ke dinding kubur ...
Lalu kita ditimbun dengan tanah ...
Sendirian ...


Mulai saat itu ...
Kita ditinggalkan oleh seluruh kerabat kita ...
Saat itu tidak lagi ada kekasih ...
Saat itu tidak ada lagi jabatan ...
Saat itu tidak ada lagi harta ...
Saat itulah kita sendiri ... 
Yaa ... mulai saat itu ... sendiri ...

Saat itu beruntunglah  mereka ...
Yang selalu mengingat Allah SWT, karena Allah SWT juga mengingatnya ...
Yang merindukan Allah SWT, karena Allah SWT merindukannya... 

Dialah yang Maha Baik ...
Dialah yang Maha Mulia ...
Setelah kita diberi kehidupan ... diberi jasad ... lalu Allah SWT meminjamkan pula dunia ini  beserta isinya ... 
Meminjamkan matahari ...
meminjamkan bulan ...
meminjamkan daratan ...
meminjamkan hewan dan tumbuhan ...
dan meminjamkan air dan lautan ...
Yaaa ... Allah telah meminjamkannya, karena semuanya adalah milik Allah SWT ... 

Kita tidak menyewanya...
Kita  tidak pula membelinya ...
Dan tidak pula berdoa untuk meminjamnya ... 
Allah SWT yang memberinya sebelum kita memintanya ...
Sedemikian luasnya rahmat Ilahi dan kasih sayang-Nya melebihi semua kasih sayang ...
melebihi kasih sayang ibunda kita kepada kita ...
melebihi kasih sayang kekasih kita kepada kita... 

Sahabat ...
Jangan tahan lidahmu menyebut nama Allah SWT ... !!
Jangan berat menyebut nama Allah SWT ... !!
Lalu dosa apa yang membuat lidah kita berat menyebut nama Allah SWT ... ?! 

Ya Allah ...
Kami berlindung kepada-Mu dari pedihnya siksa kubur ...
Kami berlindung pada-Mu dari pedihnya siksa neraka ...
Pastikan kami semua selamat dari semuanya ... 

Sahabat ...
Aku dan kalian akan berdiri di hadrotul Khaliq ... di hadapan Robbul 'Alamiin Jallaa Jalaaluh 
dipanggil dengan namamu ... fulan bin fulan ...
disaat itu kamu akan berjumpa dengan Allah SWT ...
bertemu dengan Allah SWT ...
berbicara dengan Allah SWT ... 
ditanya oleh Allah SWT ...
Bertanggung jawab kepada Allah SWT ... 
Adakah NAMA itu didalam jiwa kita luhur ...
adakah nama itu indah dalam jiwa kita ...
adakah terlintas kerinduan kita berjumpa dengan Allah SWT ... ?!


وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ وَبِهِ التَّوْفِيْقِ وَالْهِدَايَةِ وَالْعِنَايَةِ وَالْعَفْوُ مِنْكُمْ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

PENULIS -:- I N D A H - P R I H A N D I N I - U T A M I - P U T R I

Sekelumit Tentang Penulis

Indah Prihandini Utami Putri adalah Sekretaris Forum FBI 10 Jakarta. Wanita (sholehah) yang aktif di MR dan NurMus ini adalah alumnus MTs. Negeri 10 Jakarta yang sekarang bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta disamping sibuk berbisnis online. Dia juga memiliki personal blog yang bisa sahabat kunjungi, yaitu Prophet Muhammad SAW. Semoga kita semua bisa istiqomah dalam iman dan Islam... Aamiinn...!!

Read more

Jumat, 13 Juni 2014

Sebuah Renungan Menyambut Datangnya Hari Kelahiran ... :'(

Jempol Facebooker
Kicauan di Twitter Via Google +

Sebuah Renungan Menyambut Hari Kelahiranku Yang ke-43

It's me ... Ahmad Thoufur MH


Ya Allah ... ya Tuhan hamba ...

43 tahun sudah hamba menghirup 'tabung' udara yang Kau berikan guna 'menyelam' di dalam 'lautan' kehidupan ini ... 
Hamba senantiasa ingat 'titah'-Mu ... agar hamba mencari sebanyak mungkin 'mutiara-mutiara' di dasar 'lautan' ini tuk hamba bawa sebagai 'persembahan' hamba menghadap-Mu, sehingga Engkau pun 'senang' dan menerima 'persembahan' hamba ini ... lalu Kau berikan hamba 'hadiah' atas 'usaha' hamba tersebut ...


Namun ...
Ya Allah ... ya Tuhan hamba ...
Hamba tidak tahu sampai detik ini ... masih berapa banyakkah 'isi tabung' yang Kau berikan sebagai 'bekal' hamba dalam mencari 'mutiara' tersebut ...
Padahal ...
begitu banyak hamba menghabiskan 'isi tabung' itu bukan untuk mencari 'mutiara' sesuai 'titah'-Mu ... 
begitu banyak 'isi tabung' yang habis hanya karena hamba 'terpesona' oleh 'pemandangan' dasar lautan yang hamba selami ...
begitu banyak 'isi tabung' yang terbuang hanya karena hamba 'terlena' akan 'isi' lautan kehidupan ini ya Allah ...
begitu banyak ya Allah ... 
banyak sekali ...  


Ya Allah ... ya Tuhan hamba ...
Saat ini ...
setelah 41 tahun hamba habiskan 'isi tabung' dengan sia-sia ...
hamba tersadar, ya Allah ...
mungkin 'isi tabung' yang kau sediakan hanya cukup untuk beberapa saat saja ...
namun ya Allah ...
perkenankanlah hamba ... kuatkanlah hamba ... restuilah hamba, ya Allah ...
untuk 'menghabiskan'nya sesuai dengan 'titah'-Mu ...
hamba ingin memulai kembali mengumpulkan 'mutiara-mutiara' tersebut ...
kabulkanlah 'permohonan' hamba ya Allah ...


Ya Allah ... ya Tuhan hamba ...
walaupun mungkin hamba akan 'tergesa-gesa' mengumpulkannya ... 
walaupun mungkin hamba akan kembali membuat 'mutiara-mutiara' tersebut 'tercecer' jatuh dari 'kantong penyimpanan' hamba ...
karena perbuatan hamba ...
karena sifat hamba ...
karena kata-kata hamba ... dan
karena kelemahan diri hamba ...


           hamba mohon kepada Engkau, ya Allah ... 


           terimalah persembahan 'mutiara' hamba ...


walau 'mutiara' itu hamba mulai kumpulkan pada waktu 'isi tabung' ini mulai menipis ...
walau 'mutiara' itu hanya sedikit yang mampu hamba kumpulkan dalam 'kantong bekal' yang mungkin tak tertutup rapi ...
walau 'mutiara' itu 'kotor' berlapis 'lumut' ataupun 'lumpur' yang belum hamba bersihkan ...
walau 'mutiara' itu tidak 'sesuai' dengan 'keinginan' dan 'titah' Engkau ...


Terimalah 'mutiara' hamba, ya Allah ... 
Kabulkanlah permohonan hamba ya Allah ...
Aamiinnn ... 




Hamba yang sering bermaksiat namun senantiasa mengharap rahmat-Mu ... 



AHMAD THOUFUR


( A poet written by my sister, Siti Nur Istiqomah MH and was given as a gift in my 20th birthday, June 13, 1991)
A       yunan langkah usiamu kini bertambah satu, seiring dengan
H       ari yang berlalu tiap waktu untuk mengurangi usiamu
M asa kecilmu dulu … tinggal kenangan
A       nganmu dulu … kini menjadi sebuah bayangan
D       ialah yang mengantarmu pada kedewasaan sekarang



T        ataplah hari esokmu dengan sikap optimis
H      adapilah segala aral dan rintangan dengan tegar, walau …
O      nak dan duri masih kau temui di setiap langkahmu
U      sirlah semua dengan iman pada dirimu !! Jangan kau
F         rustasi sebelum berusaha dengan kemampuanmu !
U      kirlah masa depanmu dengan usahamu seniri … !
R       aihlah kesuksesan gemilang di akhirat nanti … !!

Read more

Kamis, 05 Juni 2014

Let’s begin our works by “BASMALAH”

Jempol Facebooker
Kicauan di Twitter Via Google +


Sebagai muslim, tentunya sangat lazim kalau postingan di Blog Forum FBI 10 Jakarta ini selalu diawali dengan satu kata yang sangat sakral ... Apakah kata itu ... ?! Hmm ... kasih tahu gak yaa ... ?! hehehe
Kata itu adalah ...

Kok begitu ?! Ya iyyaa laahhh ... masa ya iyaa doongg ... istri ane aja namanya Ella NurlaeLA(h) ... masa Ella NurlaeDONG ... wkwkwk 

Mengapa kita # kitaa ?! ane aja kualliii ... kalo ente mah terserah ente ... tapi ane sih nganjurin buangettsss # lazim mengucapkan kata tersebut (selanjutnya ane tulis "basmalah") ?! Apa artinya sihhh ?! Memang seberapa pentingnya ... ?! Lalu gunanya apaaa ... ?!

Hmmm ... simak yaa ... ?!

Dengan ngucapin "basmalah" ane bukan cuman ngarepin "berkah", tapi ane berusaha menghayati maksud dan makna kerjaan eh .. posting ane entuhh, jadi ane harep postingan itu bisa ngasih nilai-nilai positif (bahkan double plus) buat ane dan orang lain ... atau paling kagak hasilnya jadi kagak asal-asalan, apalagi ane khan - seperti yang ane bilang eh tulis kemaren - hanyalah seorang 'plagiator', tapi ingatt ... ane 'muslim', jadi ane 'plagiator muslim' ... hehehe

Masih mo ngelanjutin baca ... ?! Kalo menurut ane sih sebaiknya ente lanjutin dulu baca postingan ini, kalo perlu ente baca juga posting-posting pendahuluan ane, biar ente kagak salah persepsi alias salah pengertian ama ane natinya gitooo ... hehehe ...

MAKNA  BASMALAH

 

Kata “basmalah”  berasal dari kata bi ism Allah ar-Rohman ar-Rohim
Kata  “bi”  dalam bahasa Arab yang sering diterjemahkan "dengan" oleh para ulama dikaitkan dengan kata "memulai". Jadi ketika ane baca “basmalah”  waktu mulain nulis postingan (ini) - postingan (lainnya) dalam blog ini, hakekatnya ane bilang begini, "Dengan (atau demi) Allah ane mulai (nulis postingan ini)." Sehingga harepan ane - berlaku juga loo buat ente atawa siapapun yang ngelakuin begini - kalo ane jadiin kerjaan ane alias nulis di posting ini atas nama dan/atau demi Allah (makna ini agak berat buat ane, jadi maksud ane adalah makna yang pertama, yaitu atas nama-Nya), maka tulisan entuh ane harep biusa bermanfaat buat orang lain, khususnya buat ane ... yaa paling kagak, bikin orang lain seneng deh gitooo ... 
Kok begituu ?! Ya iyaa laahh ... sebab waktu ane ngucapin “basmalah”  itu berarti ane berusaha nge'benteng'in diri ane dan juga tulisan ane dari godaan nafsu serta ambisi pribadi ane ... iya khaannn ... ?! hehehe ... iya aja dehhh ... daripada ane ngambek dan mogok nulis ... wkwkwk

Kata “bi”  bisa juga ente kaitin ama "kekuasaan dan pertolongan", sehingga dengan ngucapin “basmalah”  tadi, ane sadar juga kalo kerjaan ane ini (nulis posting) bisa kelar alias terlaksana atas "kekuasaan" dan "pertolongan" Allah SWT ... Seperti saat menulis draft tulisan ini ... walaupun (koneksi) modem lagi ngambek, tapi ane masih bisa blogging, caranya ???? Ane bikin draft-nya pake Windows Live Writer ... hehehe ... yang penting kelarrrrr !!!

Jadi -ini masih kelanjutan yang di atas yaa?!- ketika Q-ت (baca : kita) ngucapin “basmalah”  waktu mulai ngerjain sesuatu, maknanyaQ-ت ngarepin bantuan Allah agar kerjaan itu bisa rampunng dengan baik dan sempurna. Dan dalam ucapan “basmalah”  itu juga ada indikasi tertanamnya kelemahan diri Q-ت di hadapan Allah SWT. Sehingga, kalaupun Q-ت ngerasa Q-ت kagak bakalan bisa ngelarin kerjaan karena kelemahan Q-ت , tapi Q-ت yakin bisa tetep kelar kalo emang dibantu ama Allah SWT ... 
Nah kalo kerjaan udah dibantu ama Sang Penolong dan Sumber Kekuatan, maka yakin deh kalo kerjaan entuh bakalan bagus, indah (elok kalo Upin Ipin bilang mahh ... hehehe) dan 
sempurna serta benar, sebab sifat-Nya yang ar-Rohman dan ar Rohim itu berbekas pada kerjaan Q-ت ... 
Dalam“basmalah” , Allah SWT –Tuhan yang kita mohon bantuan-Nya itu- menekankan dua sifat kesempurnaan-Nya, yaitu ar-Rohman dan ar Rohim. ar-Rohman ( الرحمن ) adalah curahan rahmat-Nya yang secara aktual diberikan di dunia ini kepada seluruh makhluk-Nya, termasuk manusia tentunya, gak pandang mukmin ataupun kafir. Sedangkan ar Rohim ( الرحيم ) adalah curahan rahmat-Nya khususon untuk mereka yang beriman dan diberikannya kelak di akhirat.
Kedua sifat Allah tersebut –yang diharapkan tertanam ketika ngucapin “basmalah” serta memenuhi jiwa pengucapnya hingga seluruh perbuatannya ‘diwarnai’ curahan rahmat dan kasih sayang- diharapkan juga bisa dicurahkan terhadap binatang, tumbuhan, bahkan makhluk tak bernyawa sekalipun … So, ketika ane ngucap “basmalah” ketika mau mulai, ane ngarepin tulisan ane ini bernilai “baik, benar, bagus, indah, bermanfaat, menimbulkan rasa senang lain dan curahan bentuk kasih sayang ane kepada lainnya”.

Kayaknya ente masih harus ngelanjutin lagi nih bacanya ... "pencet" aja tombol di bawah ini !! 

Satu lagi, - dan kata ini adalah kata yang insya Allah akan ane jadiin penutup “badan” posting ane - ane pernah belajar satu hadits (ane akan berusaha untuk selalu ngasih paling kagak satu dalil tentang postingan ane kalo emang ane pernah tahu, belajar dan cocok ama postingan entuh) dari idola ane Rasulullah Muhammad Shollallaahu ‘Alaih wa Aalih wa Shohbih wa sallam :
{ كُلُّ أَمْرٍ ذِى بَالٍ لاَ يُبْدَأ بِبِسْمِ اللهِ فَهُوَ أَقْطَعُ { رواه أبو داود عن أبي هريرة
Tiap-tiap pekerjaan yang penting, kalau tidak dimulai dengan bismillaah, dengan nama Allah, maka pekerjaan itu akan percuma jadinya.

Setahu ane ada juga riwayat kata أَقْطَعُ dengan kata lain, seperti dengan kata ajdzam (ditimpa penyakit kusta –ditimpa artinya bukan dibagel atau dilempar yaa … ?! tapi dijangkitin penyakit … hehehe- ane yakin ente dah tahu), atau kata abthar (mandul –bukan kagak bakal punya anak nihh … tapi tidak membawa hasil yang diharapkan-). Hadits ini pakai kata aqtho’ artinya terputus, patah atau gagal. Kesimpulannya sih kayaknya sama, yaitu jadi percuma, sebab tidak diberi berkat oleh Allah SWT …

Okay blogger … so, Let’s begin our works by “BASMALAH” supaya benar, bermanfaat dan berkah. Kurang tepat rasanya –kalau ente kagak mau bilang salah- kalau ada orang bilang begini : “ ahhh … 4 + 4 khan = 8 , baik dia pake basmalah atau kagak ….“ That’s 4 him !!!!! Not 4 meeeee !!! Lho kok ?! Yaaa … karena pake “basmalah” paling tidak jumlah itu bukan cuma indah dan baik tapi … PASTI BENERRRRRRR !! Sementara kalo kagak pake “basmalah” bisa jadi – kemungkinan selalu ada di dunia ini, brooo … – jumlahnya dalam catatan 8 tapi dalam kenyataannya cuma 7 , yang 1 nyangkut di kantong … weleh weleh welehhh … cape deeehhhh … !!! 


# Maha Benar Allah dan alangkah indah petunjuk kekasih-Nya, Rasulullah Muhammad SAW #
 





Read more
( F O R U M . F B I . 1 0 . J A K A R T A . B A R A T )
    1 2 3 4 5 6

    Daftar Posting Seluruhnya :

    Judul/Nama Widget

    Letakkan widget yang akan di sembunyikan di sini!

    2nd Tab

      Nyoba warna tulisan merah


      Nyoba warna tulisan kuning


      Nyoba warna tulisan hijau


  • Link Foto Tanpa Foto
  • Top Bar Script
    KOSONG
  • Make your own
    KOSONG -
    KOSONG 1
    KOSONG 0
    KOSONG -
    KOSONG J
    KOSONG A
    KOSONG
    KOSONG
    KOSONG
    KOSONG

    emoticon gif medium format gif

    emoticon gif medium format non-gif

    • At Cibodas 2010
    • Here We Are
    • Our Famuly Logo
    • Me and My Beloved Honey
    • Our Sons and Daughter
    • We Love Peace and Sharing
    • Me and My Beloved Honey
    • Our Sons and Daughter

    Mau lihat lebih jelas lagi ?! Klik kanan pilih “buka gambar di tab baru”

    emoticon gif minimalis

    emoticon gif buat kotak komentar