Mush'ab Bin Umair ; Duta Islam Yang Pertama
ُسَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّـبَعَ الْهُدَى # السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Sebelum membaca postingan ane ini, coba perhatikan baik-baik foto yang ane letakkan berikut ini :
Sudah selesai ... ?!
Kalau sudah, ane mau tanya, kenalkah sahabat dengan orang yang wajahnya terpampang di foto itu ... ?!
Siapakah dia ... ?!
Ninja Hatori ... ?! Hmmm ... kayaknya masiih terlalu muda tuch ... !!
Ninja Rantaro ... ?! Hmmm ... kalau dilihat dari kecilnya sich emang iyaa, tapi bukan Rantaro ... hehehe
Lalu ... siapa sich pria tampan tersebut ?!
Baiklah ... dari pada memancing rasa penasaran sahabat, ane akan beritahu ...
MUSH'AB bin UMAIR RA ; DUTA ISLAM YANG PERTAMA
Mush'ab bin Umair RA adalah nama salah seorang Sahabat Rasulullah Muhammad SAW ... Seorang remaja Quraisy terkemuka, seorang yang ganteng dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat kepemudaan.
Para muarrikh (ahli sejarah) dan ahli riwayat melukiskan semangat kemudaannya dengan kalimat:
Ia --dengan tidak mengurangi ta'dzim ane kepada pemilik nama yang ane posting, ane akan sering mempergunakan kata ini sebagai ganti orang ketiga, bukan dengan kata beliau-- lahir dan dibesarkan dalam kesenangan.
Mungkin tidak seorangpun di antara anak-anak muda Mekkah yang beruntung dimanjakan oleh kedua orang tuanya seperti yang dialami oleh Mush'ab bin Umair ini.
Lalu, mungkinkah kiranya anak muda yang serba kecukupan, biasa hidup mewah dan manja, menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan, akan meningkat sedemikian rupa hingga menjadi buah ceritera tentang keimanan, bahkan menjadi tamsil (contoh) dalam semangat kepahlawanan ... ?!Sungguh, suatu riwayat hidup yang penuh pesona, riwayat Mush'ab bin Umair atau "Mush'ab yang baik", begitu dia biasa digelarkan oleh Kaum Muslimin.
Sungguh, kisah hidupnya menjadi kebanggan bagi kemanusiaan pada umumnya serta menjadi contoh keteladanan para pemuda khususnya ...
Ia adalah salah satu di antara pribadi-pribadi muslim yang ditempa oleh Islam dan dididik langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Tetapi, corak pribadi macam manakah dia ... ?!
Ketika Mush'ab menganut Islam, tiada satu kekuatan pun yang ditakuti dan dikhawatirkannya selain ibunya sendiri, bahkan walau seluruh penduduk Mekkah beserta berhala-berhala para pembesar dan padang pasirnya berubah rupa menjadi suatu kekuatan yang menakutkan yang hendak menyerang dan menghancurkannya, tentulah Mush'ab akan menganggapnya enteng. Tetapi tantangan dari ibunya bagi Mush'ab tidak dapat dianggap kecil. Ia pun segera berfikir keras dan mengambil keputusan untuk menyembunyikan keislamannya samapai terjadi sesuatu yang dikehendaki Allah.Demikianlah ia senantiasa bolak-balik ke rumah Arqam menghadiri majlis Rasulullah SAW, sedang hatinya merasa bahagia dengan keimanan dan sedia menebusnya dengan amarah murka ibunya yang belum mengetahui berita keislamannya.
Tetapi di kota Mekkah tidak ada rahasia yang tersembunyi, apalagi dalam suasana seperti itu. Mata kaum Quraisy berkeliaran di mana-mana mengikuti setiap langkah dan menelusuri setiap jejak
Kebetulan seorang yang bernama Usman bin Thalhah melihat Mush'ab memasuki rumah Arqam secara sembunyi-sembunyi. Kemudian pada hari yang lain dilihatnya pula ia shalat seperti Muhammad SAW. Maka secepat kilat ia mendapatkan ibunda Mush'ab dan melaporkan berita yang dijamin kebenarannya tersebut.
Berdirilah Mush'ab di hadapan ibu dan keluarganya serta para pembesar Mekkah yang berkumpul di rumahnya. Dengan hati yang yakin dan pasti dibacakannya ayat-ayat Al Quran yang disampaikan Rasulullah SAW untuk mencuci hati nurani mereka, mengisinya dengan hikmah dan kemuliaan, kejujuran dan ketakwaan.
Ketika sang ibu hendak membungkam mulut puteranya dengan tamparan keras, tiba-tiba tangan yang terulur bagai anak panah itu surut dan jatuh terkulai --demi melihat nur atau cahaya yang membuat wajah puteranya yang telah berseri cemerlang itu kian bercahaya dan patut diindahkan-- menimbulkan suatu ketenangan yang mendorong dihentikannya tindakan.
Karena rasa keibuannya, ibunda Mush'ab terhindar memukul dan menyakiti puteranya, tetapi tak dapat ia menahan diri dari tuntutan bela berhala-berhalanya dengan jalan lain. Dibawalah puteranya itu ke suatu tempat terpencil di rumahnya, lalu dikurung dan dipenjarakannya dengan amat rapat.
Demikianlah beberapa lama Mush'ab tinggal dalam kurungan sampai saat beberapa orang muslimin hijran ke Habsyi. Mendengar berita hijrah ini, Mush'ab pun mencari muslihat, dan berhasil mengelabui ibu dan penjaga-penjaganya, lalu pergi ke Habsyi melindungkan diri. Ia tinggal di sana bersama saudara-saudaranya kaum muslimin, lalu pulang ke Mekkah. Kemudian ia pergi lagi hijrah kedua kalinya bersama para shahabat atas titah Rasulullah SAW dan karena taat kepadanya.
Baik di Habsyi ataupun di Mekkah, ujian dan penderitaan yang harus dilalui Mush'ab di tiap saat dan tempat kian meningkat. Ia telah selesai dan berhasil menempa corak kehidupannya menurut pola yang modelnya telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ia merasa puas bahwa kehidupannya telah layak untuk dipersembahkan bagi pengurbanan terhadap Penciptanya Yang Maha Tinggi, Tuhannya Yang Maha Akbar ...
Pada suatu hari, ia tampil di hadapan beberapa orang muslimin yang sedang duduk sekeliling Rasulullah SAW. Demi memandang Mush'ab, mereka sama menundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya basah karena duka. Mereka melihat Mush'ab memakai jubah usang yang bertambal-tambal, padahal belum lagi hilang dari ingatan mereka --pakainnya sebelum masuk Islam-- tak ubahnya bagaikan kembang di taman, berwarna-warni dan menghamburkan bau yang wangi.
Adapun Rasulullah Muhammad SAW, menatapnya dengan pandangan yang penuh arti, disertai cinta kasih dan syukur dalam hati, pada kedua bibir beliau tersungging senyuman yang mulia, seraya bersabda :
Akhir pertemuan Mush'ab dengan ibunya, ketika perempuan itu hendak mencoba mengurungnya lagi sewaktu ia pulang dari Habsyi. Ia pun bersumpah dan menyatakan tekadnya untuk membunuh orang-orang suruhan ibunya bila rencana itu dilakukan. Karena sang ibu telah mengetahui kebulatan tekad puteranya yang telah mengambil satu keputusan, tak ada jalan lain baginya kecuali melepasnya dengan cucuran air mata, sementara Mush'ab mengucapkan selamat berpisah dengan menangis pula.Saat perpisahan itu menggambarkan kepada kita kegigihan luar biasa dalam kekafiran pihak ibu, sebaliknya kebulatan tekad yang lebih besar dalam mempertahankan keimanan dari pihak anak. Ketika sang ibu mengusirnya dari rumah sambil berkata:
"Pergilah sesuka hatimu!! Aku bukan ibumu lagi...!!".
Maka Mush'ab pun menghampiri ibunya sambil berkata:
"Wahai bunda!! Telah ananda sampaikan nasihat kepada bunda, dan ananda menaruh kasihan kepada bunda. karena itu saksikanlah bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya".
Dengan murka dan naik darah ibunya menyahut:
"Demi bintang!! Sekali-kali aku takkan masuk ke dalam agamamu itu. Otakku bisa jadi rusak, dan buah pikiranku takkan diindahkan orang lagi...!!".
Demikian Mush'ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang dialaminya selama itu, dan memilih hidup miskin dan sengsara.
Pemuda ganteng dan parlente itu, kini telah menjadi seorang melarat dengan pakaiannya yang kasar dan usang, sehari makan dan beberapa hari menderita lapar.
Tapi jiwanya yang telah dihiasi dengan aqidah suci dan cemerlang berkat sepuhan Nur Ilahi, telah merubah dirinya menjadi seorang manusia lain, yaitu manusia yang dihormati, penuh wibawa dan disegani.
Semoga kehidupannya dapat membangkitkan kesadaran para pemuda --terutama pemuda cengeng dan bermental tempe-- dan meberikan motivasi bagi mereka yang telah beriman dengan mantap ... sehingga mereka akan mampu menjelma menjadi generasi harapan bangsa, penerus kehidupan generasi sebelumnya ... aamiin ... :)
إن فى يد الشبان أمر الأمة وفى إقدام الشبان حياتها
Insya Allah pada kesempatan yang berikutnya, ane akan posting tulisan kisah kepahlawanannya di medan perang sampai menjelang syahidnya ...
Sebuah kisah yang --sekali lagi-- sangat menakjubkan dan sulit mempercayainya kecuali dengan kacamata iman ...
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
PENULIS -:- A H M A D - T H O U F U R - A B I
Sekelumit Tentang Penulis
Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :) Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!
New Post
No Image and Script
Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!












Indah Prihandini Utami Putri adalah Sekretaris Forum FBI 10 Jakarta. Wanita (sholehah) yang aktif di MR dan NurMus ini adalah alumnus MTs. Negeri 10 Jakarta yang sekarang bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta disamping sibuk berbisnis online. Dia juga memiliki personal blog yang bisa sahabat kunjungi, yaitu 








































































.gif)
.gif)











































































































































































