Pada posting kemarin, yaitu Let's begin our works by "basmalah" kita sudah membahas sekelumit, mengapa sebagai muslim hendaknya kita memulai segala sesuatu dengan basmalah, yang berarti dengan nama Allah. Pada posting kita kali ini, maka kita akan sedikit menguraikan tentang "ALLAH" yang kita jadikan nama-Nya sebagai dasar atau landasan segala perbuatan kita.
ALLAH adalah Zat Yang Maha Tinggi, Maha Mulia, Maha Kuasa, Pencipta alam semesta, baik bulan, matahari, langit, bumi, pokoknya seluruh yang ada. ALLAH adalah Zat yang wajibul wujud, yang sudah PASTI ADA, yang MUSTAHIL TIDAK ADA.
Raghib Al Isfahani, seorang ahli bahasa yang terkenal - kalau ente belum kenal, kenalan aja dulu ... tapi syaratnya berat, ente harus menemuinya di alam barzakh ... hehehe - menjelaskan dengan panjang lebar tentang kata ALLAH ini .. silahkan simak kalau ente mo tahu lebih dalam ...
Allah adalah nama yang diberikan untuk Zat Yang Maha Kuasa. Kata ini telah lama dipakai oleh bangsa Arab untuk Yang Maha Esa itu.
Kata ALLAH berasal dari kata "AL - ILAAH". Kata ini dalam bahasa Melayu Kuno bisa diartikan Dewa atau Tuhan. Segala sesuatu yang mereka anggap sakti dan mereka puja, mereka sebut Al-Ilah. Sehingga kalau hendak menyebutkan banyak Tuhan, mereka pakai kata jama', yaitu Al-Aalihah.
Namun demikian, ternyata fikiran murni mereka telah sampai pada satu kesimpulan bahwa dari tuhan-tuhan dan dewa-dewa yang mereka katakan banyak itu, hanya SATU saja YANG MAHA KUASA, MAHA TINGGI dan MAHA MULIA. Maka untuk mengungkapkan hal itu mereka pakai kata ILAH saja, dan supaya lebih khusus lagi kepada YANG MAHA ESA itu, mereka cantumkan dipangkal kata ALIF dan LAM sebagai Pengenalnya (Alif-Lam Ta'rif atau mungkin "THE INFINITIVE" kali yaa kalau pakai bahasa Inggrisnya ...). yaitu AL, sehingga menjadi AL-ILAH. Lalu huruf hamzah yang ditengah dibuang, sehingga menjadi ALLAH. Dengan demikian ketika mereka menyebut ALLAH maka tidak ada lagi yang mereka maksud kecuali ZAT YANG MAHA ESA, MAHA TINGGI, YANG BERDIRI SENDIRI, mereka tidak lagi memakai kata itu untuk yang lain.
Tidak ada satu berhala pun yang mereka namai ALLAH.
Dalam Al Quran terdapat ayat yang menerangkan, bahwa jika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada musyrikin penyembah berhala itu siapa yang menjadikan semuanya ini, pasti mereka akan menjawab: "Allah-lah yang menciptakan semuanya!"
ولئن سألتهم من خلق السماوات والأرض وسخر الشمس والقمر ليقولن الله فأنى يؤفكون
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (Al-Ankabut : 61)
Dari keterangan Raghib Al Isfahani tentang pertumbuhan bahasa (filologi) kata Allah di atas (pastikan ente udah baca, biar tambah jelas...), dapat kita ambil satu konklusi bahwa ternyata sejak dahulu orang Arab itu telah mengakui dalam sanubari mereka akan Tauhid Uluhiyyah, sehingga mereka tidak memakai kata Allah selain untuk Zat Yang Maha Tunggal, tidak untuk beratus-ratus berhala yang mereka sembah. Tentang Uluhiyyah mereka telah bertauhid, namun mereka masih musyrik tentang Rububiyyah.
Oleh karena itulah, Allah SWT mengutus Rasulullah Muhammad SAW untuk membangkitkan kesempurnaan tauhid mereka, mengakui bahwa hanya SATU Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam semesta ini dan Tuhan Yang SATU itulah yang patut mereka sembah, bukan tuhan yang lainnya.
Silahkan lanjutkan membaca untuk "sedikit" menambah ilmu dan pemahaman kita kepada ALLAH ... "pencet" aja tombol di bawah ini !!
Dalam bahasa Melayu, makna kata Ilah adalah dewa atau tuhan. Pada Prasasti Trengganu (sekarang ada di Museum Kuala Lumpur) yang bertuliskan huruf Arab sekitar tahun 1303 M, kata Allah SWT diartikan dengan Dewata Mulia Raya. Lama-lama, karena perkembangan pemakaian bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, maka bila disebut Tuhan oleh kaum Muslimin Indonesia dan Melayu, yang dimaksud adalah Allah. Kata-kata dewa tidak terpakai lagi untuk mengungkapkan Tuhan Allah.
Dalam perkembangan pemakaian bahasa ini, yaitu dalam memakai kata TUHAN, haruslah diingat bahwa terdapat perbedaan maksud antara orang Islam dengan orang Kristen ataupun orang non-Islam lainnya.
Kita, orang Islam, jika kita menyebut Tuhan, maka yang kita maksud adalah ALLAH SWT, Zat Yang Maha Esa, Yang Berdiri Sendiri, tempat kita bermohon segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang dapat menandinginya.
Sedangkan orang non-Islam, Kristen umpamanya, bila mereka menyebut kata Tuhan, ynag mereka maksud mungkin Yesus Kristus, atau mungkin yang lainnya, sebab mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan kita, yaitu Trinitas. Sebab itu walaupun sama-sama memakai kata TUHAN, tidaklah sama arti dan maksud kandungannya.
Pemakaian kata Tuhan dalam bahasa keseharianpun akhirnya terpisah menjadi dua, Tuhan khusus untuk Allah dan tuan (tanpa h) untuk menghormati sesama manusia.
Selain dari pemakaian bahasa Melayu tentang Tuhan itu, sebagian bangsa kita juga memakai kata lain untuk ALLAH. Dalam bahasa Jawa bisa jadi disebut Gusti Allah, padahal dalam bahasa Banjar, Gusti adalah gelar untuk bangsawan. Demikian juga kata Pangeran dalam bahasa Sunda, sedangkan di daerah lain, pangeran adalah putra raja. Dalam bahasa Bugis dan Makassar disebut Poang Allah Ta'ala, padahal kata Poang juga mereka ucapkan kepada raja atau orang tua yang mereka hormati.
Oleh karena itu, maka yang terpenting ialah memupuk perhatian yang telah ada dalam dasar jiwa, bahwa Zat Yang Maha Kuasa itu mustahil berbilang. Adapun tentang pemakaian bahasa terhadap-Nya, seperti dengan istilah atau kata apa Tuhan itu disebut, maka tidaklah menjadi persoalan.
Dengan demikian, dapatlah difahami keterangan Raghib Al Isfahani di atas --sekali lagi, hendaknya dibaca kembali spoiler sebelumnya-- bahwa ALLAH itu berasal dari kata AL-ILAH yang berarti Tuhan. Adanya kata AL-ILAH itu membuktikan bahwa kepercayaan tentang adanya Tuhan telah tumbuh sejak manusia berakal, dan timbulnya kata ALLAH membuktikan bahwa fikiran manusiapun akhirnya sampai kepada kesimpulan bahwa TUHAN YANG MAHA KUASA itu hanyalah SATU, yaitu ALLAH SWT...
Maka kedatangan Agama Islam adalah untuk menuntun dan menjelaskan bahwa TUHAN itu adalah SATU adanya ... Dia-lah ALLAH Subhanahu wa Ta'ala ...
Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :) Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!
Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!
Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!
Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!
Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :)
Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!
0 komentar: