Sahabat sekalian ...
Setelah kita "mengenal" Allah pada postingan yang lalu, kini tibalah saatnya kita mengenal sosok kekasih-Nya ... Kekasih Allah ... ?! Ya ... kekasih Allah SWT ... Dialah MUHAMMAD putra Abdullah.
Dialah manusia yang dimaksud oleh Glynn Leonard dalam Islam; Her Moral and Spiritual Values sebagai "The Greatest Man that humanity ever produced ...".
Dia jugalah manusia yang ditempatkan oleh Michael H. Hart pada peringkat pertama dalam "The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History" ...
Dialah satu-satunya manusia yang paling banyak disebut namanya, sehingga andaikan sebutan namanya berbentuk sebuah titik ... niscaya seluruh ruang alam semesta ini tidak akan cukup untuk menampung titik-titik tersebut ... bahkan seandainya ditambahkan ruangan yang sama ...
Aahh ... masa sich ... ?! ciyuuuzzz ... ?! Mungkin pertanyaan itu akan ente --atau bisa jadi yang lain-- kemukakan ... Ane jawab begini : sepertinya yang demikian itu bukan merupakan kemungkinan yang luar biasa ... sebab masih lebih banyak yang luar biasa yang bisa ente nikmatin dari "rahmat Allah bagi sekalian alam" ini ... so ... Let's check it out ... !!
RASULULLAH MUHAMMAD SAW
MAHAGURU macam manakah beliau ...?!
Manusia corak apakah beliau ...?!
Beliau yang tak ubah sebagai telaga atau lubuk yang dalam ... yang penuh dengan kebesaran, kejujuran dan ketinggian ...!!
SUNGGUH, orang-orang yang terpesona melihat kebesarannya itu tidak dapat disalahkan, sementara orang-orang yang sedia menebusa dirinya dengan nyawa mereka, merekalah yang memperoleh keberuntungan ...!!
MUHAMMAD putra ABDULLAH ...
Utusan Allah kepada ummat manusia ...
Dalam arena kehidupan yang panas membara ...
Rahasia dan syarat-syarat apakah yang dimilikinya secara sempurna, hingga ia berhasil menjadi seorang manusia yang paripurna ...?!
Dan tangan keramat macam manakah yang ditadahkannya ke langit, hingga seluruh pintu rahmat, pintu nikmat dan petunjuk terbuka baginya selebar-lebarnya ...?!
SUNGGUH ...
Allah SWT telah melimpahkan kepadanya karunia yang sebanyak-banyaknya yang menyebabkannya mampu memikul panji-Nya dan mengagungkan asma-Nya, bahkan Dia telah menjadikannya sebagai penutup dari semua Rasul-Nya ...!!
Sehingga, betapa juga asyiknya akal fikiran, ilham maupun tulisan membicarakannya dan menggubah lagu-lagu kebesarannya, tapi seolah semua itu tidak akan mampu mencapai tempatnya, dan tidak pernah mampu bibir menuturkannya ...!!
TULISAN INI ...
Bukanlah dimaksudkan sebagai uraian lengkap tentang beliau ...
NAMUN TULISAN INI ..
Tidak lebih dari sekedar usaha ujung-ujung jari yang ingin ...
menunjukkan keunggulan dan kebesaran sosok manusia yang telah memikat hati manusia dan merebut cinta kasih yang tiada tara ...
MEMANG ...
Hanya itulah maksud tujuan ...
TIDAK LEBIH dan TIDAK KURANG ...!!
SUPAYA ...
Kita dapat melihat dalam CAHAYA TERANG dan SINAR CEMERLANG ...
"sebagian" bukti kebesarannya yang luar biasa ...
"sebagian" pikatan cinta kasih yang tiada tara ...
SEBAGAI IKUTAN dan PEDOMAN ...
SEBAGAI GURU dan TELADAN ...
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, maka kiranya dapatlah dimaklumi ...
Alasan-alasan apa saja yang telah menyebabkan pemimpin-pemimpin bangsanya, seperti Abu Bakar, Thalhah, Zubair, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf dan Sa'ad bin Abi Waqqash, berlomba-lomba untuk menerima dan mengikuti ajaran dan agamanya ...
PADAHAL ...
dengan tindakan tersebut mereka harus melepaskan kemuliaan dan kemegahan yang melingkungi mereka selama ini ...
Dan pada waktu yang bersamaan mereka juga harus bersedia menghadapi kehidupan yang bergejolak, penuh dengan kesulitan, perjuangan dan beban penderitaan ...!!
Silahkan klik tombol berikut jika ingin melanjutkan ...!!
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, dapatlah juga dimaklumi ...
Apa yang menyebabkan golongan jelata di antara kaumnya berlindung diri kepadanya,
dan segera bernaung di bawah panji-panji dan bendera dakwahnya ...
PADAHAL ...
mereka mengetahui bahwa dia tidak mempunyai harta maupun senjata ...
mereka mengetahui bahwa dia tidak sunyi dari marabahaya ...
bahkan ...
dia selalu dikejar-kejar bencana ...
dia selalu diincar kejamnya siksa ...
tanpa kawan pembela yang akan melindunginya ...
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, dapatlah juga dimaklumi ...
Apa yang telah mendorong adikara Umar bin Khattab yang sedang mencarinya ...
dengan maksud hendak memenggal kepalanya ...
TIBA-TIBA ...
berbalik haluan lalu pergi mencari musuh-musuh dan penentangnya ...
untuk menebas kepala mereka dengan pedang yang sama ...
yang kian bertambah tajam karena keimanannya ...
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, maka kiranya dapatlah dimaklumi ...
Alasan-alasan apa saja yang telah menyebabkan pemimpin-pemimpin bangsanya orang-orang pilihan dan terkemuka Madinah pergi menemuinya untuk bai'at dan berjanji ...
berjanji untuk bersama-sama mendaki bukit yang tinggi dan menuruni lembah yang dalam ...
PADAHAL ...
mereka menyadari bahwa peperangan yang akan terjadi antara mereka dengan kaum Quraisy akan berkecamuk dengan amat dahsyatnya karena bai'at dan janji mereka sendiri ...
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, kiranya dapatlah juga dimaklumi ...
Apa yang menyebabkan jumlah orang-orang beriman kian bertambah dan tak pernah berkurang ...
PADAHAL ...
Setiap pagi dan petang dia selalu mengatakan kepada mereka ...
"aku tidak mempunyai wewenang untuk memberimu manfaat atau mudharat ... dan
aku tidak mengetahui apa yang akan terjadi atas diriku begitu juga atas dirimu sekalian ...
Setelah mengetahui tentang CAHAYA PEDOMAN di atas, merupakan hal yang bisa dimaklumi sebab-sebab ...
mereka percaya bahwa pelosok dunia akan dibebaskan dari kekufuran ...dan
kenikmatan dunia akan dipersembahkan untuk mereka ...dan
telapak kaki mereka akan bergelimang dengan kekayaan dunia melintasi berbagai mahkota kerajaan ...
mereka percaya bahwa Al Quran yang kala itu mereka baca dengan sembunyi-sembunyi ...
akan didengungkan ke segenap penjuru dengan nada keras dan alunan tinggi ...
bukan hanya di lingkungan kaum mereka sendiri ...
namun ... meluas ke seluruh pelosok negeri ...
melintasi kolong langit dan menembus kurun waktu yang terjadi ...
Maka apakah kiranya yang menyebabkan mereka yakin akan kebenaran ramalan yang dinubuwatkan Rasul mereka ... ?!
PADAHAL ...
Kala mereka berpaling kiri dan kanan ...
serta melihat baik depan maupun belakang ...
tidak ada yang mereka temui kecuali tanah gersang dan pasir membara ... bahkan
batu-batu panas bak lambaian neraka ...dan
pohon-pohon kering yang pucuknya tak ubah kepala setan yang sedang dirajam siksa ...
Lalu apa gerangan yang telah menyebabkan kalbu mereka dipenuhi keyakinan dan kepekatan iman ...?!
Tiada lain jawabannya hanyalah karena putera Abdullah ini ...
RASULULLAH MUHAMMAD SAW
اللهم صل وسلم وبارك وكرم على سيدنا ومولانا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ... آمين
Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :) Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!
Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!
Pada posting kemarin, yaitu Let's begin our works by "basmalah" kita sudah membahas sekelumit, mengapa sebagai muslim hendaknya kita memulai segala sesuatu dengan basmalah, yang berarti dengan nama Allah. Pada posting kita kali ini, maka kita akan sedikit menguraikan tentang "ALLAH" yang kita jadikan nama-Nya sebagai dasar atau landasan segala perbuatan kita.
ALLAH adalah Zat Yang Maha Tinggi, Maha Mulia, Maha Kuasa, Pencipta alam semesta, baik bulan, matahari, langit, bumi, pokoknya seluruh yang ada. ALLAH adalah Zat yang wajibul wujud, yang sudah PASTI ADA, yang MUSTAHIL TIDAK ADA.
Raghib Al Isfahani, seorang ahli bahasa yang terkenal - kalau ente belum kenal, kenalan aja dulu ... tapi syaratnya berat, ente harus menemuinya di alam barzakh ... hehehe - menjelaskan dengan panjang lebar tentang kata ALLAH ini .. silahkan simak kalau ente mo tahu lebih dalam ...
Allah adalah nama yang diberikan untuk Zat Yang Maha Kuasa. Kata ini telah lama dipakai oleh bangsa Arab untuk Yang Maha Esa itu.
Kata ALLAH berasal dari kata "AL - ILAAH". Kata ini dalam bahasa Melayu Kuno bisa diartikan Dewa atau Tuhan. Segala sesuatu yang mereka anggap sakti dan mereka puja, mereka sebut Al-Ilah. Sehingga kalau hendak menyebutkan banyak Tuhan, mereka pakai kata jama', yaitu Al-Aalihah.
Namun demikian, ternyata fikiran murni mereka telah sampai pada satu kesimpulan bahwa dari tuhan-tuhan dan dewa-dewa yang mereka katakan banyak itu, hanya SATU saja YANG MAHA KUASA, MAHA TINGGI dan MAHA MULIA. Maka untuk mengungkapkan hal itu mereka pakai kata ILAH saja, dan supaya lebih khusus lagi kepada YANG MAHA ESA itu, mereka cantumkan dipangkal kata ALIF dan LAM sebagai Pengenalnya (Alif-Lam Ta'rif atau mungkin "THE INFINITIVE" kali yaa kalau pakai bahasa Inggrisnya ...). yaitu AL, sehingga menjadi AL-ILAH. Lalu huruf hamzah yang ditengah dibuang, sehingga menjadi ALLAH. Dengan demikian ketika mereka menyebut ALLAH maka tidak ada lagi yang mereka maksud kecuali ZAT YANG MAHA ESA, MAHA TINGGI, YANG BERDIRI SENDIRI, mereka tidak lagi memakai kata itu untuk yang lain.
Tidak ada satu berhala pun yang mereka namai ALLAH.
Dalam Al Quran terdapat ayat yang menerangkan, bahwa jika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada musyrikin penyembah berhala itu siapa yang menjadikan semuanya ini, pasti mereka akan menjawab: "Allah-lah yang menciptakan semuanya!"
ولئن سألتهم من خلق السماوات والأرض وسخر الشمس والقمر ليقولن الله فأنى يؤفكون
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (Al-Ankabut : 61)
Dari keterangan Raghib Al Isfahani tentang pertumbuhan bahasa (filologi) kata Allah di atas (pastikan ente udah baca, biar tambah jelas...), dapat kita ambil satu konklusi bahwa ternyata sejak dahulu orang Arab itu telah mengakui dalam sanubari mereka akan Tauhid Uluhiyyah, sehingga mereka tidak memakai kata Allah selain untuk Zat Yang Maha Tunggal, tidak untuk beratus-ratus berhala yang mereka sembah. Tentang Uluhiyyah mereka telah bertauhid, namun mereka masih musyrik tentang Rububiyyah.
Oleh karena itulah, Allah SWT mengutus Rasulullah Muhammad SAW untuk membangkitkan kesempurnaan tauhid mereka, mengakui bahwa hanya SATU Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam semesta ini dan Tuhan Yang SATU itulah yang patut mereka sembah, bukan tuhan yang lainnya.
Silahkan lanjutkan membaca untuk "sedikit" menambah ilmu dan pemahaman kita kepada ALLAH ... "pencet" aja tombol di bawah ini !!
Dalam bahasa Melayu, makna kata Ilah adalah dewa atau tuhan. Pada Prasasti Trengganu (sekarang ada di Museum Kuala Lumpur) yang bertuliskan huruf Arab sekitar tahun 1303 M, kata Allah SWT diartikan dengan Dewata Mulia Raya. Lama-lama, karena perkembangan pemakaian bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, maka bila disebut Tuhan oleh kaum Muslimin Indonesia dan Melayu, yang dimaksud adalah Allah. Kata-kata dewa tidak terpakai lagi untuk mengungkapkan Tuhan Allah.
Dalam perkembangan pemakaian bahasa ini, yaitu dalam memakai kata TUHAN, haruslah diingat bahwa terdapat perbedaan maksud antara orang Islam dengan orang Kristen ataupun orang non-Islam lainnya.
Kita, orang Islam, jika kita menyebut Tuhan, maka yang kita maksud adalah ALLAH SWT, Zat Yang Maha Esa, Yang Berdiri Sendiri, tempat kita bermohon segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang dapat menandinginya.
Sedangkan orang non-Islam, Kristen umpamanya, bila mereka menyebut kata Tuhan, ynag mereka maksud mungkin Yesus Kristus, atau mungkin yang lainnya, sebab mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan kita, yaitu Trinitas. Sebab itu walaupun sama-sama memakai kata TUHAN, tidaklah sama arti dan maksud kandungannya.
Pemakaian kata Tuhan dalam bahasa keseharianpun akhirnya terpisah menjadi dua, Tuhan khusus untuk Allah dan tuan (tanpa h) untuk menghormati sesama manusia.
Selain dari pemakaian bahasa Melayu tentang Tuhan itu, sebagian bangsa kita juga memakai kata lain untuk ALLAH. Dalam bahasa Jawa bisa jadi disebut Gusti Allah, padahal dalam bahasa Banjar, Gusti adalah gelar untuk bangsawan. Demikian juga kata Pangeran dalam bahasa Sunda, sedangkan di daerah lain, pangeran adalah putra raja. Dalam bahasa Bugis dan Makassar disebut Poang Allah Ta'ala, padahal kata Poang juga mereka ucapkan kepada raja atau orang tua yang mereka hormati.
Oleh karena itu, maka yang terpenting ialah memupuk perhatian yang telah ada dalam dasar jiwa, bahwa Zat Yang Maha Kuasa itu mustahil berbilang. Adapun tentang pemakaian bahasa terhadap-Nya, seperti dengan istilah atau kata apa Tuhan itu disebut, maka tidaklah menjadi persoalan.
Dengan demikian, dapatlah difahami keterangan Raghib Al Isfahani di atas --sekali lagi, hendaknya dibaca kembali spoiler sebelumnya-- bahwa ALLAH itu berasal dari kata AL-ILAH yang berarti Tuhan. Adanya kata AL-ILAH itu membuktikan bahwa kepercayaan tentang adanya Tuhan telah tumbuh sejak manusia berakal, dan timbulnya kata ALLAH membuktikan bahwa fikiran manusiapun akhirnya sampai kepada kesimpulan bahwa TUHAN YANG MAHA KUASA itu hanyalah SATU, yaitu ALLAH SWT...
Maka kedatangan Agama Islam adalah untuk menuntun dan menjelaskan bahwa TUHAN itu adalah SATU adanya ... Dia-lah ALLAH Subhanahu wa Ta'ala ...
Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :) Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!
Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!
Tujuan dalam hidup adalah satu yaitu perjumpaan dengan Robbul 'Aalamiin Ketika itu ... maka berakhirlah seluruh apa yang kita lewati dari kehidupan dunia kepada tujuan tunggalnya yaitu berjumpa dengan ALLAH SWT ... Ingatlah sahabat ... Akan datang dimana bibir kita tak bisa lagi bergetar menyebut nama ALLAH SWT ... Disaat itu ... Kita diturunkan kedalam kubur kita ... Wajah kita dibuka ... Wajah kita diciumkan ke dinding kubur ... Lalu kita ditimbun dengan tanah ... Sendirian ...
Mulai saat itu ... Kita ditinggalkan oleh seluruh kerabat kita ... Saat itu tidak lagi ada kekasih ... Saat itu tidak ada lagi jabatan ... Saat itu tidak ada lagi harta ... Saat itulah kita sendiri ... Yaa ... mulai saat itu ... sendiri ... Saat itu beruntunglah mereka ... Yang selalu mengingat Allah SWT, karena Allah SWT juga mengingatnya ... Yang merindukan Allah SWT, karena Allah SWT merindukannya... Dialah yang Maha Baik ... Dialah yang Maha Mulia ... Setelah kita diberi kehidupan ... diberi jasad ... lalu Allah SWT meminjamkan pula dunia ini beserta isinya ... Meminjamkan matahari ... meminjamkan bulan ... meminjamkan daratan ... meminjamkan hewan dan tumbuhan ... dan meminjamkan air dan lautan ... Yaaa ... Allah telah meminjamkannya, karena semuanya adalah milik Allah SWT ... Kita tidak menyewanya... Kita tidak pula membelinya ... Dan tidak pula berdoa untuk meminjamnya ... Allah SWT yang memberinya sebelum kita memintanya ... Sedemikian luasnya rahmat Ilahi dan kasih sayang-Nya melebihi semua kasih sayang ... melebihi kasih sayang ibunda kita kepada kita ... melebihi kasih sayang kekasih kita kepada kita... Sahabat ... Jangan tahan lidahmu menyebut nama Allah SWT ... !! Jangan berat menyebut nama Allah SWT ... !! Lalu dosa apa yang membuat lidah kita berat menyebut nama Allah SWT ... ?!
Ya Allah ... Kami berlindung kepada-Mu dari pedihnya siksa kubur ... Kami berlindung pada-Mu dari pedihnya siksa neraka ... Pastikan kami semua selamat dari semuanya ... Sahabat ... Aku dan kalian akan berdiri di hadrotul Khaliq ... di hadapan Robbul 'Alamiin Jallaa Jalaaluh dipanggil dengan namamu ... fulan bin fulan ... disaat itu kamu akan berjumpa dengan Allah SWT ... bertemu dengan Allah SWT ... berbicara dengan Allah SWT ... ditanya oleh Allah SWT ... Bertanggung jawab kepada Allah SWT ... Adakah NAMA itu didalam jiwa kita luhur ... adakah nama itu indah dalam jiwa kita ... adakah terlintas kerinduan kita berjumpa dengan Allah SWT ... ?!
PENULIS -:- I N D A H - P R I H A N D I N I - U T A M I - P U T R I
Sekelumit Tentang Penulis
Indah Prihandini Utami Putri adalah Sekretaris Forum FBI 10 Jakarta. Wanita (sholehah) yang aktif di MR dan NurMus ini adalah alumnus MTs. Negeri 10 Jakarta yang sekarang bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta disamping sibuk berbisnis online. Dia juga memiliki personal blog yang bisa sahabat kunjungi, yaitu Prophet Muhammad SAW. Semoga kita semua bisa istiqomah dalam iman dan Islam... Aamiinn...!!
Sebuah Renungan Menyambut Hari Kelahiranku Yang ke-43
It's me ... Ahmad Thoufur MH
Ya Allah ... ya Tuhan hamba ...
43 tahun sudah hamba menghirup 'tabung' udara yang Kau berikan guna 'menyelam' di dalam 'lautan' kehidupan ini ... Hamba senantiasa ingat 'titah'-Mu ... agar hamba mencari sebanyak mungkin 'mutiara-mutiara' di dasar 'lautan' ini tuk hamba bawa sebagai 'persembahan' hamba menghadap-Mu, sehingga Engkau pun 'senang' dan menerima 'persembahan' hamba ini ... lalu Kau berikan hamba 'hadiah' atas 'usaha' hamba tersebut ...
Namun ... Ya Allah ... ya Tuhan hamba ... Hamba tidak tahu sampai detik ini ... masih berapa banyakkah 'isi tabung' yang Kau berikan sebagai 'bekal' hamba dalam mencari 'mutiara' tersebut ... Padahal ... begitu banyak hamba menghabiskan 'isi tabung' itu bukan untuk mencari 'mutiara' sesuai 'titah'-Mu ... begitu banyak 'isi tabung' yang habis hanya karena hamba 'terpesona' oleh 'pemandangan' dasar lautan yang hamba selami ... begitu banyak 'isi tabung' yang terbuang hanya karena hamba 'terlena' akan 'isi' lautan kehidupan ini ya Allah ... begitu banyak ya Allah ... banyak sekali ...
Ya Allah ... ya Tuhan hamba ... Saat ini ... setelah 41 tahun hamba habiskan 'isi tabung' dengan sia-sia ... hamba tersadar, ya Allah ... mungkin 'isi tabung' yang kau sediakan hanya cukup untuk beberapa saat saja ... namun ya Allah ... perkenankanlah hamba ... kuatkanlah hamba ... restuilah hamba, ya Allah ... untuk 'menghabiskan'nya sesuai dengan 'titah'-Mu ... hamba ingin memulai kembali mengumpulkan 'mutiara-mutiara' tersebut ... kabulkanlah 'permohonan' hamba ya Allah ...
Ya Allah ... ya Tuhan hamba ... walaupun mungkin hamba akan 'tergesa-gesa' mengumpulkannya ... walaupun mungkin hamba akan kembali membuat 'mutiara-mutiara' tersebut 'tercecer' jatuh dari 'kantong penyimpanan' hamba ... karena perbuatan hamba ... karena sifat hamba ... karena kata-kata hamba ... dan karena kelemahan diri hamba ...
hamba mohon kepada Engkau, ya Allah ...
terimalah persembahan 'mutiara' hamba ...
walau 'mutiara' itu hamba mulai kumpulkan pada waktu 'isi tabung' ini mulai menipis ... walau 'mutiara' itu hanya sedikit yang mampu hamba kumpulkan dalam 'kantong bekal' yang mungkin tak tertutup rapi ... walau 'mutiara' itu 'kotor' berlapis 'lumut' ataupun 'lumpur' yang belum hamba bersihkan ... walau 'mutiara' itu tidak 'sesuai' dengan 'keinginan' dan 'titah' Engkau ...
Terimalah 'mutiara' hamba, ya Allah ... Kabulkanlah permohonan hamba ya Allah ... Aamiinnn ...
Hamba yang sering bermaksiat namun senantiasa mengharap rahmat-Mu ...
AHMAD THOUFUR
( A poet written by my sister, Siti Nur Istiqomah MH and was given as a gift in my 20th birthday, June 13, 1991)
Ayunan langkah usiamu kini bertambah satu, seiring dengan
Hari yang berlalu tiap waktu untuk mengurangi usiamu
Masa kecilmu dulu … tinggal kenangan
Anganmu dulu … kini menjadi sebuah bayangan
Dialah yang mengantarmu pada kedewasaan sekarang
Tataplah hari esokmu dengan sikap optimis
Hadapilah segala aral dan rintangan dengan tegar, walau …
Onak dan duri masih kau temui di setiap langkahmu
Usirlah semua dengan iman pada dirimu !! Jangan kau
Sebagai muslim, tentunya sangat lazim kalau postingan di Blog Forum FBI 10 Jakarta ini selalu diawali dengan satu kata yang sangat sakral ... Apakah kata itu ... ?! Hmm ... kasih tahu gak yaa ... ?! hehehe
Kata itu adalah ...
Kok begitu ?! Ya iyyaa laahhh ... masa ya iyaa doongg ... istri ane aja namanya Ella NurlaeLA(h) ... masa Ella NurlaeDONG ... wkwkwk
Mengapa kita # kitaa ?! ane aja kualliii ... kalo ente mah terserah ente ... tapi ane sih nganjurin buangettsss # lazim mengucapkan kata tersebut (selanjutnya ane tulis "basmalah") ?! Apa artinya sihhh ?! Memang seberapa pentingnya ... ?! Lalu gunanya apaaa ... ?!
Hmmm ... simak yaa ... ?!
Dengan ngucapin "basmalah" ane bukan cuman ngarepin "berkah", tapi ane berusaha menghayati maksud dan makna kerjaan eh .. posting ane entuhh, jadi ane harep postingan itu bisa ngasih nilai-nilai positif (bahkan double plus) buat ane dan orang lain ... atau paling kagak hasilnya jadi kagak asal-asalan, apalagi ane khan - seperti yang ane bilang eh tulis kemaren - hanyalah seorang 'plagiator', tapi ingatt ... ane 'muslim', jadi ane 'plagiator muslim' ... hehehe
Masih mo ngelanjutin baca ... ?! Kalo menurut ane sih sebaiknya ente lanjutin dulu baca postingan ini, kalo perlu ente baca juga posting-posting pendahuluan ane, biar ente kagak salah persepsi alias salah pengertian ama ane natinya gitooo ... hehehe ...
MAKNA BASMALAH
Kata “basmalah” berasal dari kata bi ism Allah ar-Rohman ar-Rohim. Kata “bi” dalam bahasa Arab yang sering diterjemahkan "dengan" oleh para ulama dikaitkan dengan kata "memulai". Jadi ketika ane baca “basmalah” waktu mulain nulis postingan (ini) - postingan (lainnya) dalam blog ini, hakekatnya ane bilang begini, "Dengan (atau demi) Allah ane mulai (nulis postingan ini)." Sehingga harepan ane - berlaku juga loo buat ente atawa siapapun yang ngelakuin begini - kalo ane jadiin kerjaan ane alias nulis di posting ini atas nama dan/atau demi Allah (makna ini agak berat buat ane, jadi maksud ane adalah makna yang pertama, yaitu atas nama-Nya), maka tulisan entuh ane harep biusa bermanfaat buat orang lain, khususnya buat ane ... yaa paling kagak, bikin orang lain seneng deh gitooo ... Kok begituu ?! Ya iyaa laahh ... sebab waktu ane ngucapin “basmalah” itu berarti ane berusaha nge'benteng'in diri ane dan juga tulisan ane dari godaan nafsu serta ambisi pribadi ane ... iya khaannn ... ?! hehehe ... iya aja dehhh ... daripada ane ngambek dan mogok nulis ... wkwkwk Kata “bi” bisa juga ente kaitin ama "kekuasaan dan pertolongan", sehingga dengan ngucapin “basmalah” tadi, ane sadar juga kalo kerjaan ane ini (nulis posting) bisa kelar alias terlaksana atas "kekuasaan" dan "pertolongan" Allah SWT ... Seperti saat menulis draft tulisan ini ... walaupun (koneksi) modem lagi ngambek, tapi ane masih bisa blogging, caranya ???? Ane bikin draft-nya pake Windows Live Writer ... hehehe ... yang penting kelarrrrr !!! Jadi -ini masih kelanjutan yang di atas yaa?!- ketika Q-ت(baca : kita) ngucapin “basmalah” waktu mulai ngerjain sesuatu, maknanyaQ-تngarepin bantuan Allah agar kerjaan itu bisa rampunng dengan baik dan sempurna. Dan dalam ucapan“basmalah” itu juga ada indikasi tertanamnya kelemahan diriQ-تdi hadapan Allah SWT. Sehingga, kalaupun Q-تngerasa Q-تkagak bakalan bisa ngelarin kerjaan karena kelemahanQ-ت, tapiQ-تyakin bisa tetep kelar kalo emang dibantu ama Allah SWT ... Nah kalo kerjaan udah dibantu ama Sang Penolong dan Sumber Kekuatan, maka yakin deh kalo kerjaan entuh bakalan bagus, indah (elok kalo Upin Ipin bilang mahh ... hehehe) dan sempurna serta benar, sebab sifat-Nya yang ar-Rohman danar
Rohim itu berbekas pada kerjaan Q-ت ... Dalam“basmalah”, Allah
SWT –Tuhan yang kita mohon bantuan-Nya itu- menekankan dua sifat
kesempurnaan-Nya, yaitu ar-Rohmandan ar Rohim.ar-Rohman(الرحمن)adalah curahan
rahmat-Nya yang secara aktual diberikan di dunia ini kepada seluruh
makhluk-Nya, termasuk manusia tentunya, gak pandang mukmin ataupun kafir.
Sedangkan ar Rohim (الرحيم)adalah curahan rahmat-Nya khususon
untuk mereka yang beriman dan diberikannya kelak di akhirat. Kedua sifat
Allah tersebut –yang diharapkan tertanam ketika ngucapin “basmalah”serta
memenuhi jiwa pengucapnya hingga seluruh perbuatannya ‘diwarnai’ curahan rahmat
dan kasih sayang- diharapkan juga bisa dicurahkan
terhadap binatang, tumbuhan, bahkan makhluk tak bernyawa sekalipun … So, ketika ane ngucap “basmalah”ketika mau
mulai, ane ngarepin tulisan ane ini bernilai “baik, benar, bagus, indah,
bermanfaat, menimbulkan rasa senang lain dan curahan bentuk kasih sayang ane
kepada lainnya”.
Kayaknya ente masih harus ngelanjutin lagi nih bacanya ... "pencet" aja tombol di bawah ini !!
Satu lagi, - dan kata ini adalah kata yang insya
Allah akan ane jadiin penutup “badan” posting ane - ane pernah
belajar satu hadits (ane
akan berusaha untuk selalu ngasih paling kagak satu dalil
tentang postingan ane kalo emang ane
pernah tahu,
belajar
dancocok ama postingan entuh)
dari idola
ane Rasulullah Muhammad Shollallaahu ‘Alaih wa Aalih wa Shohbih wa sallam :
{ كُلُّ أَمْرٍ ذِى بَالٍ لاَ يُبْدَأ بِبِسْمِ اللهِ فَهُوَ أَقْطَعُ { رواه أبو داود عن أبي هريرة
Tiap-tiap pekerjaan yang penting, kalau tidak dimulai dengan bismillaah, dengan
nama Allah, maka pekerjaan itu akan percuma jadinya.
Setahu ane ada juga riwayat kata أَقْطَعُ dengan kata lain, seperti dengan kata ajdzam
(ditimpa penyakit kusta –ditimpa artinya bukan dibagel atau dilempar yaa … ?!
tapi dijangkitin penyakit … hehehe- ane yakin ente dah tahu), atau kata abthar
(mandul –bukan kagak bakal punya anak nihh … tapi tidak membawa hasil yang
diharapkan-). Hadits ini pakai kata aqtho’ artinya terputus, patah
atau gagal. Kesimpulannya sih kayaknya sama, yaitu jadi percuma, sebab tidak
diberi berkat
oleh Allah SWT …
Okay blogger … so, Let’s
begin our works by “BASMALAH” supaya benar, bermanfaat dan
berkah. Kurang tepat rasanya –kalau
ente kagak mau bilang salah- kalau ada orang bilang
begini : “ ahhh … 4 + 4 khan = 8 , baik dia pake basmalah atau kagak ….“ That’s 4
him !!!!! Not 4 meeeee !!! Lho kok ?!
Yaaa … karena pake “basmalah” paling tidak jumlah
itu bukan cuma indah dan baik tapi … PASTI BENERRRRRRR !! Sementara kalo kagak
pake “basmalah”
bisa jadi – kemungkinan selalu ada di dunia ini, brooo … – jumlahnya dalam
catatan 8 tapi dalam kenyataannya cuma 7 , yang
1 nyangkut
di kantong … weleh weleh welehhh … cape deeehhhh … !!!
# Maha Benar Allah dan alangkah indah
petunjuk kekasih-Nya, Rasulullah Muhammad SAW #
Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!
Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!
Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :)
Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!
0 komentar: