Welcome To Blog Ane(H) Ahmad Thoufur Abi ; Media CHAT(ting) Putra Betawi Asli; Seorang (yang katanya) Ustadz Kampung(an) yang berprofesi sebagai Guru dan merangkap Blogger dan ADM :)

value="http://www.buzzbuttons.com/BUTTON6/twitbutton.swf" />

gambling

ceritanye lagi loading dulu nich ... :)

Selasa, 01 Juli 2014

Mush'ab Bin Umair ; Duta Islam Yang Pertama

Jempol Facebooker
Kicauan di Twitter Via Google +

ِبِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْم

ُسَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّـبَعَ الْهُدَى # السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Sebelum membaca postingan ane ini, coba perhatikan baik-baik foto yang ane letakkan berikut ini :
Sudah selesai ... ?!
Kalau sudah, ane mau tanya, kenalkah sahabat dengan orang yang wajahnya terpampang di foto itu ... ?!
Siapakah dia ... ?!
Ninja Hatori ... ?! Hmmm ... kayaknya masiih terlalu muda tuch ... !!
Ninja Rantaro ... ?! Hmmm ... kalau dilihat dari kecilnya sich emang iyaa, tapi bukan Rantaro ... hehehe
Lalu ... siapa sich pria tampan tersebut ?!
Baiklah ... dari pada memancing rasa penasaran sahabat, ane akan beritahu ...
Nama anak tersebut adalah Mush'ab ... tepatnya Mush'ab Al Barra, keponakan ane, putra dari adik ane Achmad Agus Bayhaqie dan Susi Rahayu ...
Lalu apa maksud peletakan fotonya dalam posting ini ... ?! mungkin ada sahabat yang bertanya seperti itu ... jangan khawatir, ane akan jelaskan ...
Anak ganteng itu diberi nama Mush'ab karena mengambil "barokah" dari nama salah seorang sahabat Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Mush'ab bin Umair RA. ... 
Mendengar nama itu, sahabat mungkin sudah sangat kenal ...
ya benar ... dialah Sahabat Nabi yang dijuluki "DUTA ISLAM YANG PERTAMA" ...
Kalau sahabat tidak --atau mungkin belum terlalu-- mengenalnya, maka ane persilahkan sahabat untuk membaca postingan ane kali ini ...
Sebelumnya ane informasikan, bahwa dalam blog ini insya Allah ane akan menuliskan biografi para Sahabat Rasulullah Muhammad SAW, khususnya yang disebutkan dalam buku رجال حول الرسول
Semoga dengan mengetahui 'sedikit' biografi dan sirah Sahabat Nabi Muhammad SAW, dapat menumbuhkan hikmah yang banyak buat kita dalam hidup ini dan semakin menambah kecintaan kita kepada para Sahabat Rasulullah Muhammad SAW dan menumbuhkan semangat  keislaman dalam diri kita serta meneguhkan keimanan dalam dada kita masing-masing ... aamiinn ...
محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من أثر السجود
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud ... (Al Fath : 29)

MUSH'AB bin UMAIR RA ; DUTA ISLAM YANG PERTAMA


Mush'ab bin Umair RA adalah nama salah seorang Sahabat Rasulullah Muhammad SAW ... Seorang remaja Quraisy terkemuka, seorang yang ganteng dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat kepemudaan.
Para muarrikh (ahli sejarah) dan ahli riwayat melukiskan semangat kemudaannya dengan kalimat:
"seorang warga kota Mekkah yang mempunyai nama paling harum".

Ia --dengan tidak mengurangi ta'dzim ane kepada pemilik nama yang ane posting, ane akan sering mempergunakan kata ini sebagai ganti orang ketiga, bukan dengan kata beliau-- lahir dan dibesarkan dalam kesenangan.
Mungkin tidak seorangpun di antara anak-anak muda Mekkah yang beruntung dimanjakan oleh kedua orang tuanya seperti yang dialami oleh Mush'ab bin Umair ini.
Lalu, mungkinkah kiranya anak muda yang serba kecukupan, biasa hidup mewah dan manja, menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan, akan meningkat sedemikian rupa hingga menjadi buah ceritera tentang keimanan, bahkan menjadi tamsil (contoh) dalam semangat kepahlawanan ... ?!
Sungguh, suatu riwayat hidup yang penuh pesona, riwayat Mush'ab bin Umair atau "Mush'ab yang baik", begitu dia biasa digelarkan oleh Kaum Muslimin.
Sungguh, kisah hidupnya menjadi kebanggan bagi kemanusiaan pada umumnya serta menjadi contoh keteladanan para pemuda khususnya ...
Ia adalah salah satu di antara pribadi-pribadi muslim yang ditempa oleh Islam dan dididik langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Tetapi, corak pribadi macam manakah dia ... ?!
Silahkan klik tombol berikut ini jika sahabat ingin lebih mengetahui dan mengenalnya...!!
Pada suatu hari anak muda ini mendengar berita yang telah tersebar luas di kalangan warga Mekkah mengenai Muhammad Al-Amin ... Nabi Muhammad SAW, yang mengatakan bahwa dirinya telah diutus Allah SWT sebagai pembawa berita suka maupun duka sebagai da'i yang mengajak ummat beribadah kepada Allah Yang Maha Esa.

Sementara perhatian warga Mekkah terpusat pada berita itu, dan tiada yang menjadi buah pembicaraan mereka kecuali tentang Rasulullah SAW serta agama yang dibawanya, maka anak muda yang manja inilah yang paling banyak mendengar berita itu. Karena walaupun usianya masih belia, tetapi ia menjadi bunga majlis tempat-tempat pertemuan yang selalu diharapkan kehadirannya oleh para anggota dan teman-temannya. Gayanya yang tampan dan otaknya yang cerdas menjadi daya pemikat dan pembuka jalan pemecahan suatu masalah.

Di antara berita yang didengarnya adalah bahwa Rasulullah SAW bersama pengikutnya biasa mengadakan pertemuan di suatu tempat yang terhindar jauh dari gangguan gerombolan Quraisy dan ancaman-ancamannya, yaitu di bukit Shafa di rumah Arqam bin Abil Arqam.

Keraguannya tiada berjalan lama, hanya sebentar waktu ia menunggu, maka pada suatu senja, didorong oleh kerinduannya, pergilah ia ke rumah Arqam menyertai rombongan itu. Di tempat itu Rasulullah SAW sering berkumpul dengan para sahabat beliau, tempat mengajarkan ayat-ayat Al Quran, dan membawa mereka shalat untuk beribadat kepada Allah SWT Yang Maha Akbar.

Baru saja Mush'ab mengambil tempat duduknya, ayat-ayat Al Quran mulai mengalir dari kalbu Rasulullah SAW, bergema melalui kedua bibirnya dan sampai ke telinga, meresap di hati para pendengarnya.

Di senja itulah Mush'ab terpesona oleh untaian kalimat Rasulullah SAW yang tepat menemui sasaran pada kalbunya. Hampir saja anak muda itu terangkat dari tempat duduknya karena rasa haru, dan serasa terbang ia karena gembira. Tetapi Rasulullah SAW mengulurkan tangannya dan mengurut dada pemuda yang sedang panas bergejolak, hingga tiba-tiba menjadi sebuah lubuk hati yang tenang dan damai, tak ubah bagai lautan yang teduh dan dalam.
Pemuda yang telah Islam dan iman itu nampak telah memiliki ilmu dan hikmah yang luas --berlipat ganda dari ukuran usianya-- dan mempunyai kepekatan hati yang mampu merubah jalan sejarah ...!!
Khunas binti Malik, yakni ibunda Mush'ab, adalah seorang yang berkepribadian kuat dan pendiriannya tak dapat ditawar atau diganggu gugat. Ia seorang wanita yang disegani bahkan ditakuti.
Ketika Mush'ab menganut Islam, tiada satu kekuatan pun yang ditakuti dan dikhawatirkannya selain ibunya sendiri, bahkan walau seluruh penduduk Mekkah beserta berhala-berhala para pembesar dan padang pasirnya berubah rupa menjadi suatu kekuatan yang menakutkan yang hendak menyerang dan menghancurkannya, tentulah Mush'ab akan menganggapnya enteng. Tetapi tantangan dari ibunya bagi Mush'ab tidak dapat dianggap kecil. Ia pun segera berfikir keras dan mengambil keputusan untuk menyembunyikan keislamannya samapai terjadi sesuatu yang dikehendaki Allah. 
Demikianlah ia senantiasa bolak-balik ke rumah Arqam menghadiri majlis Rasulullah SAW, sedang hatinya merasa bahagia dengan keimanan dan sedia menebusnya dengan amarah murka ibunya yang belum mengetahui berita keislamannya.
Tetapi di kota Mekkah tidak ada rahasia yang tersembunyi, apalagi dalam suasana seperti itu. Mata kaum Quraisy berkeliaran di mana-mana mengikuti setiap langkah dan menelusuri setiap jejak
Kebetulan seorang yang bernama Usman bin Thalhah melihat Mush'ab memasuki rumah Arqam secara sembunyi-sembunyi. Kemudian pada hari yang lain dilihatnya pula ia shalat seperti Muhammad SAW. Maka secepat kilat ia mendapatkan ibunda Mush'ab dan melaporkan berita yang dijamin kebenarannya tersebut.
Berdirilah Mush'ab di hadapan ibu dan keluarganya serta para pembesar Mekkah yang berkumpul di rumahnya. Dengan hati yang yakin dan pasti dibacakannya ayat-ayat Al Quran yang disampaikan Rasulullah SAW untuk mencuci hati nurani mereka, mengisinya dengan hikmah dan kemuliaan, kejujuran dan ketakwaan.
Ketika sang ibu hendak membungkam mulut puteranya dengan tamparan keras, tiba-tiba tangan yang terulur bagai anak panah itu surut dan jatuh terkulai --demi melihat nur atau cahaya yang membuat wajah puteranya yang telah berseri cemerlang itu kian bercahaya dan patut diindahkan-- menimbulkan suatu ketenangan yang mendorong dihentikannya tindakan.
Karena rasa keibuannya, ibunda Mush'ab terhindar memukul dan menyakiti puteranya, tetapi tak dapat ia menahan diri dari tuntutan bela berhala-berhalanya dengan jalan lain. Dibawalah puteranya itu ke suatu tempat terpencil di rumahnya, lalu dikurung dan dipenjarakannya dengan amat rapat.
Demikianlah beberapa lama Mush'ab tinggal dalam kurungan sampai saat beberapa orang muslimin hijran ke Habsyi. Mendengar berita hijrah ini, Mush'ab pun mencari muslihat, dan berhasil mengelabui ibu dan penjaga-penjaganya, lalu pergi ke Habsyi melindungkan diri. Ia tinggal di sana bersama saudara-saudaranya kaum muslimin, lalu pulang ke Mekkah. Kemudian ia pergi lagi hijrah kedua kalinya bersama para shahabat atas titah Rasulullah SAW dan karena taat kepadanya.
Baik di Habsyi ataupun di Mekkah, ujian dan penderitaan yang harus dilalui Mush'ab di tiap saat dan tempat kian meningkat. Ia telah selesai dan berhasil menempa corak kehidupannya menurut pola yang modelnya telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ia merasa puas bahwa kehidupannya telah layak untuk dipersembahkan bagi pengurbanan terhadap Penciptanya Yang Maha Tinggi, Tuhannya Yang Maha Akbar ...

Pada suatu hari, ia tampil di hadapan beberapa orang muslimin yang sedang duduk sekeliling Rasulullah SAW. Demi memandang Mush'ab, mereka sama menundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya basah karena duka. Mereka melihat Mush'ab memakai jubah usang yang bertambal-tambal, padahal belum lagi hilang dari ingatan mereka --pakainnya sebelum masuk Islam-- tak ubahnya bagaikan kembang di taman, berwarna-warni dan menghamburkan bau yang wangi.
Adapun Rasulullah Muhammad SAW, menatapnya dengan pandangan yang penuh arti, disertai cinta kasih dan syukur dalam hati, pada kedua bibir beliau tersungging senyuman yang mulia, seraya bersabda :
لَقَدْ رَأَيْتُ مُصْعَبًا هَذَا وَمَا بِمَكَّةَ فَتَى أَنْعَمُ عِنْدَ أَبَوَيْهِ مِنْهُ ثُمَّ تَرَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ حُبًّا ِللهِ وَرَسُوْلِهِ
"Dahulu saya lihat Mush'ab ini tak ada seorang pemudapun di Mekkah yang dapat mengimbanginya dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya"

Semenjak ibunya merasa putus asa untuk mengembalikan Mush'ab kepada agama yang lama, ia telah menghentikan segala pemberian yang biasa dilimpahkan kepadanya, bahkan ia tak sudi makanannya dimakan oleh orang yang telah mengingkari berhala dan patut beroleh kutukan daripadanya, walau anak kandungnya sendiri
Akhir pertemuan Mush'ab dengan ibunya, ketika perempuan itu hendak mencoba mengurungnya lagi sewaktu ia pulang dari Habsyi. Ia pun bersumpah dan menyatakan tekadnya untuk membunuh orang-orang suruhan ibunya bila rencana itu dilakukan. Karena sang ibu telah mengetahui kebulatan tekad puteranya yang telah mengambil satu keputusan, tak ada jalan lain baginya kecuali melepasnya dengan cucuran air mata, sementara Mush'ab mengucapkan selamat berpisah dengan menangis pula.
Saat perpisahan itu menggambarkan kepada kita kegigihan luar biasa dalam kekafiran pihak ibu, sebaliknya kebulatan tekad yang lebih besar dalam mempertahankan keimanan dari pihak anak. Ketika sang ibu mengusirnya dari rumah sambil berkata: 
"Pergilah sesuka hatimu!! Aku bukan ibumu lagi...!!".
Maka Mush'ab pun menghampiri ibunya sambil berkata: 
"Wahai bunda!! Telah ananda sampaikan nasihat kepada bunda, dan ananda menaruh kasihan kepada bunda. karena itu saksikanlah bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya".
Dengan murka dan naik darah ibunya menyahut: 
"Demi bintang!! Sekali-kali aku takkan masuk ke dalam agamamu itu. Otakku bisa jadi rusak, dan buah pikiranku takkan diindahkan orang lagi...!!".

Demikian Mush'ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang dialaminya selama itu, dan memilih hidup miskin dan sengsara.
Pemuda ganteng dan parlente itu, kini telah menjadi seorang melarat dengan pakaiannya yang kasar dan usang, sehari makan dan beberapa hari menderita lapar.
Tapi jiwanya yang telah dihiasi dengan aqidah suci dan cemerlang berkat sepuhan Nur Ilahi, telah merubah dirinya menjadi seorang manusia lain, yaitu manusia yang dihormati, penuh wibawa dan disegani.
Suatu saat Mush'ab dipilih Rasulullah SAW untuk melakukan suatu tugas maha penting saat itu. Ia menjadi duta atau utusan Rasulullah ke Madinah utnuk mengajarkan seluk beluk agama kepada orang-orang Anshar yang telah beriman dan bai'at kepada Rasulullah di bukit 'Aqabah.
Di samping itu juga mengajak orang-orang lain untuk menganut agama Allah, serta mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijratul Rasul sebagai sebuah peristiwa yang besar.
Sebenarnya di kalangan shahabat ketika itu masih banyak yang lebih tua, lebih berpengaruh dan lebih dekat hubungan kekeluargaannya dengan Rasulullah SAW daripada Mush'ab. Tetaoi Rasulullah menjatuhkan pilihan beliau kepada "Mush'ab Yang Baik", dan beliau sangat menyadari sepenuhnya bahwa beliau telah memikulkan tugas amat penting ke atas pundak pemuda itu, dan menyerahkan kepadanya tanggung jawab nasib agama Islam di kota Madinah, suatu kota yang tak lama lagi akan menjadi kota tempatan atau kota hijrah, pusat para da'i dan dakwah, tempat berhimpunnya penyebar agama Islam dan pembela Islam.
Mush'ab memikul amanat tersebut dengan bekal karunia Allah kepadanya, berupa fikiran yang cerdas dan budi yang luhur. Dengan sifat zuhud, kejujuran dan kesungguhan hati, ia berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk Madinah hingga mereka berduyun-duyun masuk Islam.
Sesampainya di Madinah, didapatinya kaum muslimin di sana tidak lebih dari dua belas orang, yakni hanya orang-orang yang telah bai'at di bukit 'Aqabah. Tetapi tiada sampai beberapa bulan kemudian, meningkatlah orang-orang yang sama-sama memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya.
Pada musim haji berikutnya dari perjanjian 'Aqabah, kaum muslimin Madinah mengirim perutusan yang mewakili mereka menemui Nabi Muhammad SAW. Dan perutusan itu dipimpin oleh guru mereka, oleh duta yang dikirim Nabi kepada mereka, yaitu Mush'ab bin Umeir.
Dengan tindakannya yang tepat dan bijaksana, Mush'ab telah membuktikan bahwa pilihan Rasulullah SAW atas dirinya itu tepat. Ia memahami tugas dengan sepenuhnya, hingga tak terlanjur melampaui batas yang telah ditetapkan. Ia sadar bahwa tugasnya adalah menyeru kepada Allah, menyampaikan berita gembira lahirnya suatu agama yang mengajak manusia mencapai hidayah Allah, membimbing mereka ke jalan yang lurus. Akhlaknya mengikuti pola hidup Rasulullah SAW yang diimaninya, yaang mengemban kewajiban hanya menyampaikan belaka ...
Di Madinah Mush'ab tinggal sebagai tamu di rumah As'ad bin Zararah. Dengan didampingi As'ad, ia pergi mengunjungi kabilah-kabilah, rumah-rumah dan tempat-tempat pertemuan, untuk membacakan ayat-ayat Kitab Suci Al Quran, menyampaikan Kalimatullah bahwa "Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa" secara hati-hati.
Mush'ab bin Umeir pernah menghadapi beberapa peristiwa yang mengancam keselamatan diri serta sahabatnya, yang nyaris mencelakakan kalau tidak karena kecerdasan akal dan kebesaran jiwanya.
Silahkan klik tombol berikut jika sahabat ingin mengetahui peristiwa hebat itu ...
Pada suatu hari, ketika ia sedang memberikan petuah kepada orang-orang, tiba-tiba ia disergap oleh Usaid bin Hudlair, kepala suku kabilah Abdul Asyhal di Madinah. Usaid menodong Mush'ab dengan menyentakkan lembingnya.
Bukan main marah dan murkanya Usaid, menyaksikan Mush'ab yang dianggap akan mengacau dan menyelewengkan anak buahnya dari agama mereka, serta mengemukakan Tuhan Yang Maha Esa yang belum pernah mereka kenal dan dengar sebelum itu. Padahal menurut anggapan Usaid, tuhan-tuhan mereka yang bersimpuh lena di tempatnya masing-masing mudah dihubungi secara nyata.
Jika seseorang memerlukan salah satu di antaranya, tentulah ia akan mengetahui tempatnya dan segera pergi mengunjunginya untuk memaparkan kesulitan serta menyampaikan permohonan ...
Demikianlah yang tergambar dan terbayang dalam fikiran suku Abdul Asyhal.
Tetapi Tuhannya Muhammad SAW --yang diserukan beribadah kepada-Nya oleh utusan yang datang kepada mereka itu-- tiadalah yang mengetahui tempat-Nya dan tak seorangpun yang dapat melihat-Nya.
Demi dilihat kedatangan Usaid bin Hudlair yang murka bagaikan api yang sedang berkobar kepada orang-orang Islam yang duduk bersama Mush'ab, mereka pun merasa kecut dan takut. Tetapi 'Mush'ab yang baik' tetap tinggal tenang dengan air muka yang tidak berubah.
Bagaikan singa hendak menerkam, Usaid berdiri di depan Mush'ab dan As'ad bin Zararah, bentaknya:
"Apa maksud kalian datang ke kampung kami ini, apakah hendak membodohi rakyat kecil kami? Tinggalkan segera tempat ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang...!!".
Seperti tenang dan mantapnya samudera dalam ..., laksana terang dan damainya cahaya fajar ..., terpancarlah ketulusan hati "Mush'ab yang baik", dan bergeraklah lidahnya mengeluarkan ucapan halus, katanya:
"Kenapa Anda tidak duduk dan mendengarkan dulu? Seandainya Anda menyukai nanti, Anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak Anda suka itu!!".
Sebenarnya Usaid adalah seorang berakal dan berfikiran sehat. Dan sekarang ini ia diajak oleh Mush'ab untuk berbicara dan meminta pertimbangan kepada hati nuraninya sendiri. Yang dimintanya hanyalah agar ia bersedia mendengar dan bukan lainnya. Jika ia menyetujui, ia akan membiarkan Mush'ab, dan jika tidak, maka Mush'ab berjanji akan meninggalkan kampung dan masyarakat mereka untuk mencari tempat dan masyarakat lain, dengan tidak merugikan ataupun dirugikan orang lain.
"Sekarang saya insaf",
ujar Usaid, lalu menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan
Demi Mush'ab membacakan ayat-ayat Al Quran dan menguraikan dakwah yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah SAW, maka dada Usaid pun mulai terbuka dan bercahaya, beralun berirama mengikuti naik turunnya suara serta meresapi keindahannya. Dan belum lagi Mush'ab selesai dari uraiannya, Usaid pun berseru kepadanya dan kepada sahabatnya:
"Alangkah indah dan benarnya ucapan itu ...!! Dan apakah yang harus dilakukan oleh orang yang hendak masuk agama ini?!"
Maka sebagai jawabannya, gemuruhlah suara tahlil, serempak seakan hendak menggoncangkan bumi.
Kemudian ujar Mush'ab:
"Hendaklah ia mensucikan diri, pakaian dan badannya, serta bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah".
Beberapa lama Usaid meninggalkan mereka, kemudian kembali sambil memeras air dari rambutnya, lalu ia berdiri menyatakan pengakuannya bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah ...
Secepatnya berita itu pun tersiarlah.
Keislaman Usaid disusul oleh kehadiran Sa'ad bin Mu'adz. Dan setelah mendengar uraian Mush'ab, Sa'ad merasa puas dan masuk Islam pula.
Langkah ini disusul pula oleh Sa'ad bin Ubadah.
Dan dengan keislaman mereka ini, berarti selesailah persoalan dengan berbagai suku yang ada di Madinah. Warga kota Madinah saling berdatangan dan tanya-bertanya sesama mereka:
"Jika Usaid bin Hudlair, Sa'ad bin Ubadah dan Sa'ad bin Mu'adz telah masuk Islam, apalagi yang kita tunggu ... Ayolah kita pergi kepada Mush'ab dan beriman bersamanya! Kata orang, kebenaran terpancar dari celah-celah giginya!!"
Demikianlah Duta Rasulullah Muhammad SAW yang pertama, MUSH'AB bin UMAIR, telah mencapai hasil gemilang yang tiada taranya, suatu keberhasilan yang memang wajar dan layak diperolehnya.
Semoga kehidupannya dapat membangkitkan kesadaran para pemuda --terutama pemuda cengeng dan bermental tempe-- dan meberikan motivasi bagi mereka yang telah beriman dengan mantap ... sehingga mereka akan mampu menjelma menjadi generasi harapan bangsa, penerus kehidupan generasi sebelumnya ... aamiin ... :)

إن فى يد الشبان أمر الأمة وفى إقدام الشبان حياتها
Sementara inilah bagian pertama dari dua tulisan tentang MUSH'AB bin UMAIR RA., seorang Duta Islam Yang Pertama ...
Insya Allah pada kesempatan yang berikutnya, ane akan posting tulisan kisah kepahlawanannya di medan perang sampai menjelang syahidnya ...
Sebuah kisah yang --sekali lagi-- sangat menakjubkan dan sulit mempercayainya kecuali dengan kacamata iman ...

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ وَبِهِ التَّوْفِيْقِ وَالْهِدَايَةِ وَالْعِنَايَةِ وَالْعَفْوُ مِنْكُمْ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

PENULIS -:- A H M A D - T H O U F U R - A B I

Sekelumit Tentang Penulis

Ahmad Thoufur (yang biasa dipanggil) Abi adalah seorang Putra BECENG (BEtawi CENGkareng) Asli, yang (katanya) juga Ustadz Kampung(an) serta berprofesi sebagai Guru merangkap Blogger dan ADM :) Dia adalah kepala dari keluarga (HaSnaNif At-Thoilah) yang senantiasa berdoa agar dapat kembali berkumpul dalam kehidupan abadi di surga-Nya Allah SWT... Mohon do'a...!!

New Post

No Image and Script

Mau gunakan untuk apapun silahkan! Muat gambar? Penuhi dengan berbagai teks? Atau mungkin deretan menu dan link lain mo ditampilkan di collapsible ini? Semua sudah tertata dengan rapi dengan ukuran yang sangat ideal. Sampeyan tinggal masukkan saja sebanyak sampeyan mau. Plung ... plung ... plung ... dan berkarung-karung akan terwadahi. yah ... asal jangan masukkan yang berbau busuk saja. He ... he .... 'ntar pengunjung pada lari kesetanan kaya dikejar babi hutan kesurupan mabok oplosan, he ...... he ...!!!!

0 komentar:

( F O R U M . F B I . 1 0 . J A K A R T A . B A R A T )
    1 2 3 4 5 6

    Daftar Posting Seluruhnya :

    Judul/Nama Widget

    Letakkan widget yang akan di sembunyikan di sini!

    2nd Tab

      Nyoba warna tulisan merah


      Nyoba warna tulisan kuning


      Nyoba warna tulisan hijau


  • Link Foto Tanpa Foto
  • Top Bar Script
    KOSONG
  • Make your own
    KOSONG -
    KOSONG 1
    KOSONG 0
    KOSONG -
    KOSONG J
    KOSONG A
    KOSONG
    KOSONG
    KOSONG
    KOSONG

    emoticon gif medium format gif

    emoticon gif medium format non-gif

    • At Cibodas 2010
    • Here We Are
    • Our Famuly Logo
    • Me and My Beloved Honey
    • Our Sons and Daughter
    • We Love Peace and Sharing
    • Me and My Beloved Honey
    • Our Sons and Daughter

    Mau lihat lebih jelas lagi ?! Klik kanan pilih “buka gambar di tab baru”

    emoticon gif minimalis

    emoticon gif buat kotak komentar